SURABAYA – Pelindo terus mencatat kinerja positif pasca merger di pada 1 Oktober 2021.
Pada semester I/2024, aset Pelindo tercatat sebesar Rp 123,2 triliun.
Jumlah itu mengalami kenaikan hingga 6 persen selama tiga tahun terakhir atau tepatnya setelah merger.
Pertumbuhan aset ini seiring dengan penguatan kinerja keuangan Pelindo selama tiga tahun terakhir.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki mengatakan pertumbuhan aset Pelindo antara lain didorong oleh peningkatan aset tetap atas kegiatan investasi dan penerimaan pendapatan dari pengoperasian Belawan New Container Terminal (BNCT) yang dikerjasamakan dengan Dubai Port.
“Pasca merger, Pelindo berhasil mencatatkan beberapa aset yang diperoleh dari Proyek Strategis seperti Makassar New Port, Bali Maritime Tourism Hub, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan melanjutkan proyek Terminal Kalibaru di Jakarta. Selain itu, juga mengeksekusi pengoperasian BNCT di Medan, yang berdampak positif pada peningkatan aset,” ujar Ardhy dalam keterangannya, Sabtu (28/9).
Berdasarkan laporan tahunan Pelindo tahun 2021, aset Pelindo tercatat Rp 116,2 triliun.
Kemudian pada akhir tahun 2023 mencapai Rp 118,3 triliun, serta kembali meningkat pada semester I/2024 menjadi Rp 123,2 triliun.
“Kami terus berupaya meningkatkan optimalisasi aset guna mendukung kinerja operasional dan keuangan perusahaan,” jelas Ardhy.