SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong dikenal sebagai salah satu pelabuhan besar di Provinsi Jawa Timur.
Terminal Teluk Lamong terletak di kawasan perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.
Terminal Teluk Lamong merupakan terminal multiguna di antara dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Gresik di Barat dan Pelabuhan Tanjung Perak di Timur.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pengoperasian Terminal Teluk Lamong telah membawa banyak kemajuan baik bagi Jawa Timur maupun Indonesia.
Saat ini Terminal Teluk Lamong menjadi penggerak utama perekonomian daerah dan nasional, yang memberikan pelayanan terpadu untuk distribusi barang yang lebih cepat dan aman dari dan ke wilayah Indonesia bagian timur.
Hal ini juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kinerja Terminal Teluk Lamong (TTL) selama bulan Agustus 2024 secara umum mengalami peningkatan.
Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan kapal yang naik sebesar 8 persen.
Atas total kunjungan 132 unit kapal dengan 1.284.253 GT dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 total kunjungan 122 unit kapal dengan 1.179.349 GT.
Secara Year To Date (YTD) hingga Agustus 2024, jumlah kunjungan kapal juga meningkat dari 730 unit kapal menjadi 809 unit kapal.
Hal ini mencatatkan kenaikan kunjungan kapal sebesar 10,8 persen.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan, peningkatan kunjungan ini disebabkan kinerja bongkar muat yang semakin baik sehingga menghasilkan port stay kapal yang lebih singkat.
“Efisiensi ini mendorong shipping line untuk menambah kapal baru dan membuka rute-rute baru, termasuk rute baru dari PT Meratus Line (Surabaya – Tangkiang - Kendari), PT SPIL (Balikpapan – Palu), dan Tanto (Makassar-Kendari),” ungkap David dalam keterangannya, Jumat (27/9).
Termasuk juga di bulan Agustus terdapat penambahan service baru International CIX Service tujuan Intra Asia dan sebelumnya gabungan dari Wanhai Line-InterAsia Line dan KMTC untuk tujuan MiddleEast dan India Sub kontinen.
“Kehadiran rute-rute baru ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan kapal, tetapi juga memperluas jangkauan logistik Terminal Teluk Lamong, serta memberikan opsi distribusi yang lebih luas bagi pelanggan,” sambungnya.
Selain itu, lanjut David, efek peningkatan kunjungan kapal ini juga terlihat pada arus petikemas yang turut mengalami peningkatan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya, yakni 72.722 Teus menjadi 79.948 Teus pada tahun 2024.
Secara Year To Date (YTD) hingga Agustus 2024, jumlah arus petikemas meningkat 6,4 persen dari 546.324 Teus menjadi 581.525 Teus.
Menurut David, dengan adanya kepercayaan yang terus meningkat dari shipping line dan pelanggan merupakan bukti atas komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam memberikan pelayanan yang andal dan efisien.
"Kepercayaan shipping line yang terus meningkat merupakan hasil dari kinerja operasional yang excellent, kami yakin hingga akhir tahun inipun kinerja TTL akan semakin baik," ujar David.
Ia menyebut jika keberhasilan ini menjadikan Terminal Teluk Lamong sebagai terminal pilihan yang mampu mengakomodir kebutuhan operasional yang terus berkembang dan memastikan pengiriman yang lebih efisien bagi mitra dan pelanggan. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa