SURABAYA - Harga minyak mentah dunia terus turun hingga di bawah USD 70 per barel, yang menjadi posisi terendah sejak Desember tahun lalu.
Menyikapi hal itu, pemerintah menerapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Agustus 2024 ditetapkan sebesar USD 78,51 per barel.
Angka ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/MG.03/DJM/2024 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Agustus 2024 tanggal 2 September 2024.
ICP September mengalami penurunan dari ICP bulan sebelumnya (Juli) sebesar USD 82 per barel atau terjadi penurunan sebesar USD 3,49 per barel.
"ICP bulan ini telah ditetapkan sebesar USD 78,51 per barel, turun dari bulan sebelumnya sebesar USD 82 per barel,” jelas Kepala Biro KLIK Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi dalam keterangannya, Sabtu (7/9).
Agus mengatakan, penurunan ini selaras dengan penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar akan turunnya permintaan sentimen negatif pasar.
“Juga diperkuat dengan meredanya ketegangan politik di Timur Tengah," sambungnya.
Penurunan harga minyak juga terjadi akibat adanya rencana OPEC+ untuk tetap menghentikan pengurangan produksi secara sukarela mulai bulan Oktober 2024, yang berarti peningkatan pasokan minyak pada pengujung tahun 2024.
Selain itu, International Energy Agency (IEA) dalam laporan bulan Agustus 2024 menyampaikan peningkatan produksi minyak mentah dunia sebesar 230 ribu bph menjadi 103,4 juta bph.
Seiring pasokan OPEC+ secara bertahap kembali memasuki pasar dan peningkatan pasokan non-OPEC+.
"IEA dan OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak terutama untuk tahun 2025, dengan sebagian besar alasan diakibatkan dari perlambatan ekonomi dan melemahnya konsumsi minyak Tiongkok," ungkap Agus.
Sementara itu, untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diindikasikan dengan penurunan Purchasing Manager Index (PMI).
Baik untuk sektor manufaktur maupun non-manufaktur. Serta merosotnya permintaan minyak dan BBM di Tiongkok akibat peningkatan penggunaan kendaraan listrik dan kendaraan dengan bahan bakar gas alam cair.
OPEC juga merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang tahun 2024 sebesar 0,1 persen menjadi 0,2 persen bila dibandingkan pada publikasi bulan sebelumnya akibat lemahnya iklim investasi di Jepang pada semester 1/2024.
Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Agustus 2024 dibandingkan Juli 2024 mengalami penurunan menjadi sebagai berikut:
1.Dated Brent turun sebesar USD 4,40 per bbl dari USD 85,31 per bbl menjadi USD 80,91 per bbl.
2.WTI (Nymex) turun sebesar USD 5,05 per bbl dari USD 80,48 per bbl menjadi USD 75,43 per bbl.
3.Brent (ICE) turun sebesar USD 5,00 per bbl dari USD 83,88 per bbl menjadi USD 78,88 per bbl.
4.Basket OPEC turun sebesar USD 6,03 per bbl dari USD 84,43 per bbl menjadi USD 78,40 per bbl.
5.Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar USD 3,49 per bbl dari USD 82,00 per bbl menjadi USD 78,51 per bbl. (opi)