Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Batik Air dan Super Air Jet Bakal Menyusul Citilink Buka Penerbangan dari dan ke Kediri

Mus Purmadani • Senin, 8 April 2024 | 03:06 WIB
Pendaratan perdana Citilink di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jumat (5/4) lalu.
Pendaratan perdana Citilink di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jumat (5/4) lalu.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Bandara Internasional Dhoho Kediri, mulai beroperasi Jumat (5/4) kemarin.

Citilink jadi maskapai penerbangan perdana yang mendarat di bandara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Nyono mengatakan, dari penerbangan Citilink dari Jakarta ke Kediri jumlah penumpangnya penuh, mencapai 184 orang.

Hanya saja penerbangan baliknya (Kediri - Jakarta) yang masih sepi, yakni 52 penumpang.

"Ini karena frekuensi penerbangannya masih belum daily (setiap hari), yakni masih dua kali dalam seminggu. Artinya bakal bisa diprediksi, mudiknya menggunakan Bandara Dhoho tapi baliknya menggunakan Bandara Juanda," terangnya, Minggu (7/4).

Saat ditanya kapan Bandara Dhoho Kediri akan diresmikan, Nyono mengaku belum mendapatkan informasi.

Meski demikian menurutnya dalam waktu dekat Super Air Jet dan Batik akan segera beroperasi di bandara ini.

"Kami sudah mengirimkan surat Pj Gubernur ke 14 kabupaten/kota untuk menggunakan Bandara Dhoho untuk pergi ke Jakarta," jelasnya.

14 kabupaten/kota ini meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.

Nyono mengatakan, nantinya penerbangan tidak hanya Jakarta - Dhoho (Kediri).

Namun juga Denpasar - Dhoho, Yogyakarta - Dhoho dan Banjarmasin - Dhoho.

"Dengan adanya Bandara Dhoho ini tentu akan mengurangi kepadatan Bandara Juanda. Terutama dari 14 kabupaten/kota di Jatim sudah ikrar melalui Bandara Dhoho," katanya.
Nyono mengungkapkan, kendala yang dihadapi saat ini adalah Bandara Dhoho belum setiap hari beroperasi.

"Jadi datangnya ke Bandara Dhoho, pulangnya menggunakan Bandara Juanda. Makanya dari Juanda ke Kediri harus ada angkutan pemadu moda. Harus ada bus yang menghubungkan antara Bandara Juanda ke Bandara Dhoho Kediri,” paparnya.

“Kalau yang dari Dhoho ke kabupaten yang lain itu sudah ada semua. Dhoho - Nganjuk, Dhoho - Kediri, Dhoho - Blitar, Dhoho - Pare, dan Dhoho Tulungagung," imbuhnya.

Diketahui Bandara Dhoho Kediri merupakan bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), yang pembangunannya dilakukan oleh PT Gudang Garam melalui anak perusahaannya PT Surya Dhoho Investama.

Bandara ini memiliki landasan pacu 3.300 x 60 meter, apron commercial 548 x 141 meter, apron VIP 221 x 97 meter, empat taxiway atau jalur perpindahan pesawat yang membentang sepanjang 306 meter x 32 meter dan 438 meter x 32 meter, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.

Pada sisi darat, bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 18.224 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Bandara ini selain ke depan melayani penerbangan internasional, juga untuk haji dan umrah. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Bandara Dhoho #citilink #kediri #transportasi #batik air #bandara juanda #Super Air Jet