Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Agresif Garap Market Asing, ELPI Sukses Genjot Pendapatan Rp 1,07 Triliun dan Laba Bersih Rp 161,1 Miliar

Moh. Afik • Senin, 1 April 2024 | 14:41 WIB
SUKSES: ELPI mencatatkan pendapatan perseroan naik signifikan 70 persenper Desember 2023 dibandingkan periode tahun 2022.
SUKSES: ELPI mencatatkan pendapatan perseroan naik signifikan 70 persenper Desember 2023 dibandingkan periode tahun 2022.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berhasil mencatatkan kinerja yang mengembirakan.

Pendapatan Perseroan naik signifikan 70 persen (year on year/yoy) per Desember 2023 menjadi Rp 1,07 triliun dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2022 Rp 632,8 miliar.

“Peningkatan tersebut ditunjang oleh pembaharuan kontrak kerja sama, optimalisasi utilisasi armada kapal, dan ekspansi bisnis yang saat ini tengah berjalan,” kata Direktur Keuangan ELPI Efilya Kusumadewi, Jumat (29/3).

Peningkatan pendapatan, berimbas positif pada pencapaian laba bersih Perseroan.

Per 31 Desember 2023, emiten asal Surabaya ini berhasil menggenjot laba bersih grup menjadi Rp 161,19 miliar (yoy) naik 55 persen dibandingkan tahun lalu periode yang sama, Rp 103,90 miliar.

“Sedangkan laba per saham dasar naik dari Rp 15,29 menjadi Rp 21,03,” tambahnya.

Efilya menambahkan, pada 31 Desember 2023, ELPI Grup berhasil mencatat peningkatan EBITDA sebesar 29 persen (YoY) menjadi Rp 311,6 miliar.

Sedangkan Debt to Equity Ratio (DER), Debt Service Ratio (DSCR) dan Current Ratio masing-masing tercatat 503 persen, 5,38 dan 26 persen.

“Hal ini menunjukkan grup mampu menjaga dan memenuhi covenant yang ditetapkan oleh bank kreditur yaitu untuk DER kurang dari 230 persen, DSCR di atas 1 kali (100 persen), dan Current Ratio di atas 1 kali (100 persen),” ujar lya, panggilan akrabnya.

Wawan Heri Purnomo, Corporate Secretary ELPI menambahkan, sepanjang tahun 2023, segmen offshore berhasil membukukan peningkatan pendapatan dan tetap mendominasi dengan nilai sebesar Rp 633,9 miliar atau setara 59 persen.

Sedangkan, segmen non-offshore mengalami peningkatan pendapatan menjadi sebesar Rp 444,6 miliar atau setara 41 persen per 31 Desember 2023 dari jumlah keseluruhan pendapatan Grup.

“Laba bersih segmen offshore mencapai sebesar Rp 147,4 miliar dan non-offshore sebesar Rp 13,7 miliar,” ungkap wawan.

Soal prospek bisnis ELPI di tahun 2024, Direktur Utama ELPI Eka Taniputra menjelaskan, tahun 2024 ELPI memiliki prospek yang sangat bagus.

Sebab itu, dia sangat yakin kinerja tahun 2024 akan jauh lebih baik dari tahun lalu.

Pihaknya akan melakukan perluasan wilayah operasional dan ekspansi lini bisnis baru baik melalui pengalokasian capex untuk ekspansi dan eksplorasi entitas usaha dan afiliasi yang dimiliki saat ini.

Tahun ini ELPI menganggarkan capex sebesar Rp 1 triliun untuk ekspansi pada ELPI dan anak perusahaannya.
Tahun ini ELPI menganggarkan capex sebesar Rp 1 triliun untuk ekspansi pada ELPI dan anak perusahaannya.

Juga menambah armada baru untuk menunjang kebutuhan offshore dan transshipment .

“Kami yakin dengan langkah yang saat ini telah kami lakukan akan memberikan dampak yang sangat positif bagi grup untuk dapat mencapai target yang diharapkan di tahun 2024,” ujar Eka.

Dijelaskan Eka, anak usaha ELPI, PT ELPI Nusantara Armada (ENA) yang bergerak di bidang tug & barge angkutan batubara, pada tahap I telah merampungkan lima kapal set tug & barge yang telah beroperasi dari total kontrak 20 kapal set tug & barge.

Dalam tahun 2024-2025, ENA berencana menambah armada lagi sebanyak lima set tug & barge dan segera dapat dioperasionalkan.

Hal ini akan memperkuat posisi dibidang tug & barge yang tentunya akan berdampak positif pada laporan keuangan ELPI ke depan.

Sedangkan terhadap anak usaha PT Samudera Luas Sejahtara Abadi (SLSA) yang bergerak dibidang bulk & transhment, ELPI juga berencana memperkuat posisi SLSA dengan menambah satu unit kapal mother vessel lagi jenis Supermax atau Panamax untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Jadi SLSA meskipun baru beroperasi April tahun lalu nanti sudah siap bersaing dengan mempunyai satu kapal Mother Vessel Supramax dan satu kapal Mother Vessel jenis Supermax/Panamax yang lebih besar untuk operasional bulk & transhipment dari Kalimantan Timur ke Sulawesi Tengah.

Selain itu, ELPI juga berencana pengadaan empat offshore support vessel baik jenis AHT, AHTS & LCT.

Tujuannya agar ELPI semakin mampu mengeksplorasi pekerjaan offshore di Malaysia sebagai marine contractor di tiga wilayah pembagian kerja yakni Sarawak, Semenanjung dan Sabah.

“Untuk itu, kami telah mengalokasikan capex sebesar Rp 1 triliun untuk ekspansi pada ELPI dan entitas anak termasuk ENA dan SLSA,” pungkas Eka. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#perseroan #Offshore #capex #ELPI #pelayaran