Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bus Listrik di Surabaya, Lanjut atau Tidak?

Hildan Sepka • Jumat, 9 Februari 2024 | 15:53 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Bus listrik yang sedang dilakukan ujicoba operasional melayani beberapa rute.
RAMAH LINGKUNGAN: Bus listrik yang sedang dilakukan ujicoba operasional melayani beberapa rute.

SURABAYA - Pemkot Surabaya sangat peduli dalam transformasi energi bersih.

Berbagai upaya dilakukan di berbagai sektor, untuk menciptakan lingkungan kota Surabaya yang lebih baik.

Pemkot juga berupaya mentransformasi transportasi umum konvensional ke listrik.

Kebijakan itu sudah dimulai melalui uji coba sejumlah unit bus listrik sejak akhir tahun lalu.

Dinas Perhubungan (Dishub) terus menggodok langkah selanjutnya setelah uji coba itu rampung.

Kabid Angkutan Dishub Kota Surabaya Sunoto mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi hasil uji coba tujuh bus listrik yang akan berakhir Februari ini.

Evaluasi itu menentukan kerja sama akan berlanjut atau distop. Proses pengkajian sudah berjalan sejak awal bulan ini.

"Ini nanti hasilnya baru bisa kami putuskan kerja sama dengan perusahaan pemilik bus listrik lanjut atau tidak," ujarnya, Kamis (8/2).

Dia menjelaskan, proses evaluasi itu cukup ketat. Bahkan, pihak penyedia pun memberikan laporan selama uji coba berlangsung.

Pihaknya memastikan, usai uji coba nanti, dishub tidak langsung teken kontrak.

"Proses evaluasi ini penting untuk kami bisa menentukan melanjutkan kerja sama atau enggak," ucapnya.

Menurut Sunoto, evaluasi dan kajian dari ahli menjadi masukan dishub. Terkait berapa persentase berlanjut untuk kerja sama, Sunoto tidak menjawab gamblang berapa besar peluangnya. Namun, sangat mungkin untuk bekerja sama itu tidak terjadi.

"Kami belum bisa memutuskan, harus analisis evaluasi by data semua," jelasnya.

Hal itu ditengarai ada kerja sama yang memberatkan di pemkot. Mengingat rencana awal bus listrik itu dioperasikan dishub dengan cara buy the service (BTS).

Skema tersebut dianggap yang paling memungkinkan. Sebab, harga kendaraan listrik sangat mahal.

Sunoto menyebutkan, operasional kendaraan listrik murah. Tapi, biaya investasi awalnya mahal.

Jika tidak berlanjut kerja sama, PT Kalista Nusa Armada yang memiliki bus itu bisa menjadi alternatif untuk mendatangkan kendaraan listrik. "Kalau ke depan ada rencana transformasi ke listrik, kan bisa pakai itu," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Ali Mustofa menuturkan, perbandingan biaya operasional bus listrik dengan bus tenaga solar cukup jauh.

Bisa sampai tiga kali lipat lebih murah. Kendati evaluasinya harus total, termasuk bagaimana kontrak kerja sama agar saling menguntungkan. "Menyesuaikan anggaran yang ada juga penting," bebernya.

Menurutnya, secara keseluruhan uji coba memang baik. Penumpang juga merasa nyaman. Termasuk bisa mengurangi gas emisi kendaraan.

"Tapi, semua harus menyesuaikan kebutuhan. Semuanya harus pas, baik dari sisi anggaran maupun sisi kebutuhan transportasi di Surabaya itu bagaimana," imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bus listrik #pemkot surabaya