Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penumpang Pesawat di Bandara AP II Sepanjang 2023 Lampaui Target, Bandara Mana yang Tersibuk?

Poeji Rahardjo • Rabu, 17 Januari 2024 | 16:23 WIB
MENINGKAT: Dari Januari hingga Desember 2023, jumlah pergerakan penumpang di 20 bandara AP II mencapai 80,14 juta penumpang.
MENINGKAT: Dari Januari hingga Desember 2023, jumlah pergerakan penumpang di 20 bandara AP II mencapai 80,14 juta penumpang.

JAKARTA - Lalu lintas penerbangan di bandara PT Angkasa Pura II (AP II) pada 2023 melampaui target.

Hal ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mendorong optimalisasi slot time penerbangan untuk mengakomodir tingginya permintaan perjalanan udara pascapandemi Covid-19.

Status pandemi di Indonesia sendiri dicabut pada Juni 2022, di mana kemudian turut mendorong bergeliatnya sektor pariwisata.

Pada Januari - Desember 2023, jumlah pergerakan penumpang di 20 bandara AP II secara kumulatif mencapai 80,14 juta penumpang.

Angka ini lebih tinggi 9 persen dibandingkan target sebanyak 73,3 juta penumpang.

Jumlah penumpang sepanjang 2023 itu juga meroket 30 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang 2022 yakni 61,99 juta penumpang.

Sementara itu, jumlah pergerakan pesawat di 20 bandara secara kumulatif tercatat 599.699 penerbangan atau naik 19 persen.

SVP of Corporate Secretary AP II Deni Krisnowibowo mengatakan, pencapaian ini juga menunjukkan kemampuan AP II bersama stakeholder mendorong optimalisasi slot time penerbangan di seluruh bandara.

“Yakni, melalui pengaktifan kembali rute yang sempat ditutup saat pandemi, pembukaan rute-rute baru, dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute eksisting, seperti misalnya pada Oktober 2023 dilakukan full operation Bandara Kertajati (Jawa Barat),” ujar Deni dalam siaran persnya, Selasa (16/1).

Adapun saat pandemi melanda pada 2020 jumlah penumpang pesawat di bandara-bandara AP II secara kumulatif tercatat 35,86 juta penumpang.

Lalu pada 2021 turun ke 31,55 juta penumpang, kemudian pada 2022 ketika status pandemi dicabut meningkat ke 61,99 juta penumpang, dan pada 2023 meroket ke 80,14 juta penumpang.

Deni mengatakan, jumlah penumpang 2023 sebanyak 80,14 juta penumpang ini merefleksikan tingkat pemulihan (recovery rate) sebesar 88 persen dari kondisi sebelum pandemi pada 2019 yang mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 90,76 juta penumpang.

Recovery rate pada 2023 sudah menyentuh nyaris 90 persen, dan kami berharap pada 2024 recovery rate akan terus meningkat,” ujar Deni.

Sementara itu, sepanjang 2023, lima besar bandara AP II tersibuk dari sisi jumlah penumpang adalah Bandara Soekarno-Hatta - Tangerang (50,96 juta penumpang); Bandara Kualanamu - Deli Serdang (7,39 juta penumpang); Bandara Halim Perdanakusuma - Jakarta (3,79 juta penumpang).

Selanjutnya Bandara Sultan Syarif Kasim II - Pekanbaru (2,76 juta penumpang); dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II - Palembang (2,75 juta penumpang).

“Jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada 2023 naik sekitar 21 persen dibandingkan dengan 2022,” ujar Deni.

Rute domestik tersibuk dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 2023 adalah Bali (5,01 juta penumpang); Deli Serdang (3,53 juta penumpang); Surabaya (3,13 juta penumpang); Makassar (2,68 juta penumpang); dan Balikpapan (1,67 juta penumpang).

Sementara untuk rute internasional tersibuk dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta: Singapura (3,03 juta penumpang); Kuala Lumpur (1,89 juta penumpang); Jeddah (1,26 juta penumpang); Doha (627.030 penumpang); dan Bangkok (537.261 penumpang). (pur/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ap ii #angkasa pura ii #Bandara Soekarno - Hatta #pergerakan penumpang