SURABAYA - Di awal tahun, pelayaran logistik melalui Tol Laut ke berbagai daerah, khususnya Indonesia Timur mulai dilakukan.
Seperti yang dilakukan oleh PT PELNI yang mulai menerima pengiriman 114 TEUS kontainer berisi muatan bahan kebutuhan pokok penting (bapokting).
Pengiriman barang tersebut menggunakan KM Logistik Nusantara 3. Dalam keberangkatan perdananya di Dermaga Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (16/1), dilepas langsung oleh sejumlah petinggi Kementerian Perhubungan.
Menurut Staf Khusus Menteri Perhubungan Buyung Lalana, keberadaan tol laut sangat penting, terutama muatan balik dari daerah menuju daerah asal pengiriman barang tersebut.
Selama ini menurutnya muatan balik belum mendapatkan respons dari pemerintah daerah.
"Kita harap pemda bisa merespons apa yang bisa diangkut dari daerah sehingga pergerakan ekonomi terlihat. Terlebih di wilayah timur manfaat Tol Laut bisa dirasakan di daerah," kata Buyung.
KM Logistik Nusantara 3 sendiri melayari rute Surabaya - Jailolo - Tidore - Surabaya dengan durasi pelayaran 14 hingga 17 hari.
Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Andre Mulyana menuturkan, sejak adanya Tol Laut mulai 2015 berdampak terhadap meningkatnya sumber daya manusia (SDM). Karena pengiriman barang lebih murah dibandingkan sebelumnya.
Selain juga mempunyai dampak terhadap kesehatan gizi dan juga kecerdasan karena adanya pengiriman bapokting.
"Untuk peningkatan muatan balik dapat meningkatkan hilirisasi di daerah, sehingga masyarakat bertambah pintar dan ekonomi meningkatk," tutur Andre.
Bapokting tersebut meliputi beras, gula, minyak sampai barang penting lainnya seperti obat-obatan medis. "Nah pengiriman bapokting juga bisa mengendalikan stunting," imbuhnya.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Yossianis Marciano mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan lainnya.
Baik di tingkat nasional maupun di Kota Surabaya yang selama ini mendukung operasional kapal Tol Laut berjalan optimal.
"Muatan KM Logistik Nusantara 3 yang akan berlayar perdana di tahun 2024 ini terisi penuh sebanyak 114 TEUS. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk kinerja Tol Laut PELNI di tahun 2024," ujar Yossi.
Pada tahun 2023 lalu, tingkat keterisian muatan (load factor) tol laut PELNI mencapai 98,6 persen dengan total 13.653 TEUS dari total 11 trayek.
Dari total tersebut, untuk muatan berangkat masih mendominasi sebesar 9.201 TEUS disusul oleh muatan balik sebanyak 4.452 TEUS.
Dari 11 trayek yang dilayani oleh PELNI, trayek dengan capaian tertinggi untuk di tahun 2023 diraih oleh T-11 sebanyak 2.825 TEUS dengan rute Surabaya - Fak Fak - Kaimana - Elat - Dobo - Surabaya.
Sementara itu, untuk kinerja muatan balik tertinggi dicapai oleh trayek T-15 sebanyak 987 TEUS yang diangkut dengan KM Logistik Nusantara 3.
"Kami berharap kerja sama yang baik antara PELNI dengan Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan yang lain dapat terus berjalan baik untuk mendukung Program Tol Laut yang berkelanjutan, sehingga manfaat dari kehadiran tol laut dapat terus dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat kepulauan 3TP," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari