JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerapkan layanan bongkar muat kapal secara digital.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub mencatat sudah ada 264 pelabuhan di seluruh Indonesia yang sudah menerapkannya.
“Hingga akhir 2023, total 264 pelabuhan se-Indonesia sudah memberlakukan pelayanan kapal secara digital, upaya ini untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah praktik korupsi,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Hubla Kemenhub Hendri Ginting dikutip dari Antara, Sabtu (13/1).
Hendri menuturkan, setelah layanan digitalisasi diberlakukan, semua proses masuk dan bongkar muat kapal di 264 pelabuhan itu dilakukan secara digital melalui aplikasi yang sudah disediakan.
“Kemenhub terus melakukan upaya perbaikan tata kelola pelabuhan, saya berharap kantor otoritas pelabuhan maupun unit pelaksana pelabuhan dapat meningkatkan mutu layanan,” ujarnya.
Dalam kebijakan ini, pelaksana tugas pelabuhan sangat berperan penting dalam melakukan supervisi, pembinaan, dan pengawasan yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat maupun keselamatan di wilayah pelabuhan.
Dia mengungkapkan, pemberlakuan layanan secara digital di pelabuhan telah memberikan dampak yang signifikan, salah satunya yaitu meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Hendri menilai, pemberlakuan layanan digital telah memberikan dampak besar terhadap peningkatan pendapatan negara hingga ratusan persen.
“Saya meminta seluruh instansi terkait baik pemberi maupun penerima jasa dapat bersinergi menjaga keselarasan kegiatan di pelabuhan mulai dari kapal tiba di area labuh, area bongkar muat, hingga di wilayah kerja yang masih dalam area pengawasan pelabuhan,” ujarnya lagi. (ant)
Editor : Nurista Purnamasari