Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

15 Bus Listrik Bakal Mengaspal di Surabaya Awal Tahun Ini, Rutenya Mana Saja?

Hildan Sepka • Jumat, 5 Januari 2024 | 14:10 WIB
SEGERA BEROPERASI: Pemkot Surabaya akan kembali menambah transportasi umum bus listrik.
SEGERA BEROPERASI: Pemkot Surabaya akan kembali menambah transportasi umum bus listrik.

SURABAYA – Setelah melakukan ujicoba pengoperasian bus listrik sebagai transportasi umum lewat sistem buy the service (BTS), Pemkot Surabaya secara bertahap terus berupaya untuk mentransformasi energi dengan menambah kendaraan listrik.

Terutama adalah moda transportasi umum yang saat ini tengah dalam tahap penyusunan kontrak.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Ali Mustofa mengatakan, proses itu berjalan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Totalnya ada 15 unit bus listrik yang akan mengaspal. Katanya, pemkot terus berkoordinasi lintas instansi.

"Yang kemarin terhenti karena habis kontrak. Kemudian kami berkoordinasi termasuk Dishub, DAMRI, dan PT Industri Kereta Api (INKA)," ujarnya, Kamis (4/1).

Dia menjelaskan, pihaknya mengusulkan rute untuk unit baru itu. Yaitu trayek Terminal Purabaya-Kenjeran Park.

Katanya, berdasarkan tenaga ahli, kerap terjadi peningkatan volume kendaraan saat jam sibuk. "Utamanya di ruas Jalan MERR," ucapnya.

Ali menyampaikan, pihaknya mengusulkan strategi dalam rute tersebut. Salah satunya adalah berencana untuk melewatkan 15 unit baru itu melalui tol. Tujuannya efisiensi waktu. "Tapi dari Kemenhub belum ada arahan lebih lanjut," ungkapnya.

Ali masih mengusulkan satu rute pada tahap awal. Pihaknya memastikan jumlah armada baru itu cukup mengakomodasi jumlah penumpang di trayek tersebut.

Selain itu, dia menilai, akan mempersingkat waktu tunggu antar bus. "Operasional perdana masih menunggu proses kontrak yang berada di DAMRI," tuturnya.

Katanya, proses uji coba sudah berjalan optimal. Tahapan itu rampung akhir tahun lalu. Pihaknya menyebutkan ada sejumlah aspek pengujian.

"Tim penguji dari PT INKA. Ini harus benar-benar clear karena untuk bisa dinyatakan layak jalan," tegasnya.

Ali menyebut, aspek utama pada bus listrik itu adalah baterai. Sehingga komponen tersebut menjadi perhatian khusus.

Yaitu, penghitungan kapasitas baterai sampai memerlukan pengecasan ulang. "Total ada 15 bus di Surabaya, dua unit sebagai backup dan standby jika unit lain trouble," paparnya.

Hasil pengujian cukup memuaskan. Menurutnya, selama tahap itu tidak ada kendala berarti. Ali mengatakan, jarak 65 kilometer menghabiskan sekitar 40 persen.

"Itu kecepatan stabil 60 kilometer di tol, satu kali pulang pergi tidak ada kendala," urainya.

Selain itu, katanya, temperatur mesin dan baterai pun tak bermasalah. Dia mendapatkan laporan bahwa kendala ditemukan pada penyeimbang antarsel baterai yang tidak normal.

Tapi hal itu sudah bisa teratasi saat di pool DAMRI Jagir. "Proses negosiasi kontrak dan harga masih alot," imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Transformasi Energi #bus listrik #surabaya