Jeddah – Terdapat sejumlah bandara yang melayani penerbangan haji dan umroh di Indonesia. Dalam rangka mengembangkan bandara-bandara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menawarkan kerja sama investasi dengan Bandara Jeddah, Arab Saudi.
Hal itu diungkapkan Budi saat bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Port Projects Management & Development Co. Ltd (PPMDC) Adnan M.T Al-Saggaf, dalam kunjungan kerjanya ke Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (2/12).
Baca juga: Bakal Beroperasi 8 Desember, Bandara Dhoho Bisa Tingkatkan Ekonomi dan Pembangunan
Dalam pertemuan tersebut, Budi menawarkan kepada PPMDC peluang kerja sama investasi di sejumlah bandara di Indonesia, yang melayani penerbangan haji dan umroh. PPMDC merupakan operator bandara pertama di Arab Saudi, yang saat ini mengoperasikan Bandara Haji King Abdul Aziz, Jeddah.
“Kami tawarkan investasi dengan membentuk joint venture bersama dengan operator bandara di Indonesia, dalam rangka mengembangkan bandara-bandara di Indonesia. Serta meningkatkan konektivitas antara bandara haji dan umroh di Indonesia dengan Bandara di Jeddah dan Madinah,” ujar Budi.
Budi mengungkapkan, saat ini di Indonesia terdapat sejumlah bandara yang melayani penerbangan haji dan umroh. "Ada beberapa bandara embarkasi haji dan umroh di Indonesia yang dapat dikerjasamakan,” ungkapnya.
Baca juga: Sampai Tahun 2042, Asia Tenggara Butuh 4.225 Pesawat Kargo Komersial
Sementara itu, CEO PPMDC, Adnan M.T. Al-Saggaf menyatakan ketertarikannya untuk segera melakukan investasi di bandara-bandara haji dan umroh di Indonesia. “Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun dan sebagai pengelola bandara haji di Jeddah, Arab Saudi, PPMDC yakin dapat memberikan yang terbaik bagi pengelolaan bandara haji dan umroh di Indonesia,” tuturnya.
Sebagai informasi, PPMDC sudah memiliki kerja sama berupa Memorandum of Understanding (MoU) dengan Angkasa Pura 2 (AP 2), untuk penjajakan kerja sama pengoperasian dan pengembangan terminal haji dan umroh.
Hingga tahun ini, Indonesia memiliki 13 bandara yang digunakan untuk embarkasi penerbangan haji dan enam bandara embarkasi haji antara.
Ke-13 bandara tersebut yaitu Sultan Iskandar Muda (BTJ/Banda Aceh), Kualanamu (KNO/Medan), Minangkabau (PDG/Padang), Hang Nadim (BTH/Batam), Mahmud Badaruddin II (PLM/Palembang), Soekarno Hatta (CKG/Cengkareng), Adi Sumarmo (SOC/Solo), Juanda (SUB/Surabaya), Syamsudin Noor (BDJ/Banjarmasin), Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (BPN/Balikpapan), Sultan Hasanuddin (UPG/Makassar), Lombok (LOP/Praya), dan Kertajati (KJT/Majalengka).
Sementara, enam bandara embarkasi haji antara, yaitu Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Fatmawati Soekarno Bengkulu, Depati Amir Bangka Belitung, Radin Inten II Lampung, dan Djalaluddin Gorontalo. (pur/nur)
Editor : Nurista Purnamasari