Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sampai Tahun 2042, Asia Tenggara Butuh 4.225 Pesawat Kargo Komersial

Rahmat Adhi Kurniawan • Kamis, 30 November 2023 | 21:09 WIB
ADA DEMAND: Boeing memproyeksikan di Asia Tenggara bakal membutuhkan 4.225 pesawat komersial dan kargo baru pada tahun 2042.
ADA DEMAND: Boeing memproyeksikan di Asia Tenggara bakal membutuhkan 4.225 pesawat komersial dan kargo baru pada tahun 2042.

SINGAPURA - Produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing memproyeksikan bahwa Asia Tenggara akan membutuhkan 4.225 pesawat komersial dan kargo baru pada tahun 2042. Ini didorong oleh keinginan maskapai penerbangan untuk meningkatkan kapasitas.

Direktur Pelaksana Pemasaran Komersial Boeing untuk Asia Pasifik, David Schulte mengatakan, permintaan perjalanan udara yang kuat di kawasan ini akan menghasilkan sekitar 770 pesawat berbadan lebar baru dan 3.390 pesawat berbadan sempit, 45 jet regional, dan 20 pesawat kargo.

“Pertumbuhan kelas menengah di Asia Tenggara akan mendorong permintaan perjalanan selama 20 tahun ke depan. Pasar lorong tunggal memimpin pemulihan global dengan maskapai penerbangan bertarif rendah di kawasan ini mengalami pertumbuhan yang luar biasa,” kata Schulte seperti dikutip dari News Straits Times, Rabu (29/11).

Menurut perkiraan Boeing, 70 persen pasar perjalanan udara didorong oleh maskapai penerbangan hemat dengan pesawat dari keluarga jenis Boeing 737 MAX (B737 MAX) yang menunjukkan jumlah penjualan terbesar di Asia Tenggara.

Schulte menjelaskan, jumlah kursi penumpang di pesawat MAX meningkat dari 171 kursi pada tahun 2015 menjadi 179 kursi pada tahun 2023.

“B737-8 baru dapat memiliki 200 kursi. Ini akan menjadi produk yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan di Asia Tenggara yang terus meningkat,” tambahnya.
Mulai pulihnya perekonomian membuat perjalanan wisata di Asia Tenggara meningkat sehingga ini membuat maskapai berbiaya rendah mengalami lonjakan penumpang.

Selain dari keluarga B737 MAX, Boeing juga mengandalkan penjualan pesawat berbadan lebar dari keluarga B 787 Dreamline. Pesawat keluarga Boeing 787 Dreamline tetap populer di kalangan operator udara karena jenis pesawatnya memungkinkan maskapai penerbangan untuk menyesuaikan produk dengan ukuran yang tepat ke pasar dengan ukuran yang tepat.

“Belum pernah ada pesawat berbadan lebar dalam sejarah pesawat berbadan lebar yang sesukses pesawat ini. Maskapai terus melakukan pembelian kembali dan kami mendapat 858 repeat order dari 55 pelanggan tetap (untuk tipe keluarga B787),” imbuhnya.
Pesawat keluarga B737 terus membangun penjualan yang kuat, terutama di Amerika Serikat, Timur Tengah, Australia dan Tiongkok dengan maskapai penerbangan seperti United Airlines, Saudia, Eva Air, Qantas dan Turkish Airlines sebagai pelanggannya.

Schulte mengatakan, maskapai penerbangan juga sedang melirik pesawat berukuran sangat besar dengan sekitar 340 kursi atau lebih per pesawat, dengan jenis pesawat Boeing 777X menjadi pesawat berbadan lebar terbaik bagi pelanggannya.

Pada Dubai Airshow baru-baru ini, Boeing menerima pesanan besar-besaran sebanyak 90 pesawat B777 dari Emirates. Ini terdiri dari 55 varian B777-9 dan 35 B777-8 serta lima B787 Dreamliner tambahan.
Maskapai penerbangan hemat milik Emirates, FlyDubai, melakukan pemesanan pesawat berbadan lebar pertamanya sebanyak 30 pesawat B787-9 Dreamliner, mendiversifikasi armadanya saat ini yang terdiri dari semua pesawat berbadan sempit B737.

Dari capaian yang sudah diraih Boeing ini bisa dilihat bahwa bisnis penerbangan masih akan cerah. (nst/rak)

Editor : Nurista Purnamasari
#kargo #pesawat #Komersial #asia tenggara