radarsurabayabisnis.id - Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, mendapat sorotan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Dari total 114 kamar yang tersedia, baru 19 kepala keluarga (KK) yang menempati rusunawa tersebut.
Minimnya penghuni menjadi perhatian karena kebutuhan hunian masyarakat Sidoarjo masih cukup tinggi. Terlebih, kondisi sejumlah fasilitas rusunawa dinilai belum memadai.
Beberapa persoalan ditemukan, mulai dari atap yang rusak, lingkungan yang kurang terawat, hingga masalah ketersediaan air bersih.
Mimik menilai kondisi tersebut sangat disayangkan. Sebab, bangunan rusunawa yang cukup besar itu belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Baca Juga: Surabaya Siapkan Rusunawa Nonsubsidi Harga Sewa Rp750 Ribu, Ini Kriteria Warganya
"Eman, bangunan sebesar ini mangkrak dan tidak berpenghuni. Padahal, warga Sidoarjo masih banyak yang membutuhkan tempat hunian," ujar Mimik saat meninjau Rusunawa Tambak Kemerakan, Selasa (6/10).
Penghuni Rusunawa Berasal dari Warga Terdampak Bangli
Seluruh penghuni yang saat ini tinggal di Rusunawa Tambak Kemerakan merupakan warga terdampak penertiban bangunan liar (bangli) di Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu.
Sementara sebagian besar unit lainnya masih kosong.
Baca Juga: Disidak Subandi, Proyek Jalan Rp18,2 Miliar di Sidoarjo Molor 9 Persen, Tiang PLN Jadi Biang Kerok
Menurut Mimik, pemerintah daerah perlu segera melakukan pembenahan agar rusunawa tersebut dapat kembali dimanfaatkan. Perbaikan fasilitas dinilai penting untuk memastikan calon penghuni mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Ia bahkan mendorong renovasi menyeluruh apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bangunan sudah tidak layak atau berpotensi membahayakan penghuni.
"Kalau bisa, ini harus direnovasi total. Kalau memang ada surat-surat dari pemerintah pusat atau kementerian yang belum diserahkan, itu seharusnya segera diurus," tegasnya.
Mimik mengatakan persoalan tersebut akan segera dikomunikasikan dengan Bupati Sidoarjo Subandi.
Menurut dia, kondisi rusunawa tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berkaitan dengan keselamatan penghuni sekaligus kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak.
"Nanti saya komunikasikan dengan Pak Bupati. Harus segera ada tindakan secepatnya," katanya.
Banyak yang Berminat, Tapi Fasilitas Jadi Kendala
Setelah fasilitas diperbaiki dan bangunan dinyatakan layak, Rusunawa Tambak Kemerakan diharapkan dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan tempat tinggal.
Mimik juga mendapat informasi bahwa terdapat masyarakat yang berminat menyewa unit rusunawa. Namun, kondisi fasilitas yang belum memadai menjadi salah satu kendala calon penghuni.
"Informasinya banyak yang memohon untuk menyewa, cuma fasilitasnya kurang memenuhi. Kita lihat sendiri kondisinya, atapnya juga ada yang rusak," ungkapnya.
Ia meminta kerusakan segera ditangani sebelum kondisinya semakin parah dan berpotensi membahayakan penghuni.
"Ini harus dibenahi secara total. Daripada nanti ambruk dan membahayakan, lebih baik segera kita anggarkan," tegas Mimik.
Pemkab Sidoarjo Diminta Cek Seluruh Rusun
Selain persoalan fisik, aspek administrasi dan pengelolaan rusunawa juga menjadi perhatian. Bangunan tersebut berkaitan dengan program pemerintah pusat melalui kementerian.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar status dan pengelolaannya jelas.
"Ini pembangunannya dari kementerian. Jangan sampai akhirnya tidak bermanfaat, sia-sia bangunan seperti ini," ujarnya.
Mimik juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pendataan terhadap kondisi seluruh rusunawa di Sidoarjo.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada rusunawa yang terbengkalai atau tidak dimanfaatkan secara optimal.
"Di Sidoarjo ada berapa rusun yang terbengkalai, ini harus ada perhatian dari dinas terkait. Nanti akan kita komunikasikan," katanya.
Tarif Sewa Rp185 Ribu per Bulan
Sementara itu, Ketua RT setempat, Misyadi, mengatakan persoalan air bersih di rusunawa mulai teratasi sekitar tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, penghuni harus mengupayakan pasokan air secara mandiri.
Adapun warga eks Desa Mulyodadi yang menempati Rusunawa Tambak Kemerakan dikenakan tarif sewa Rp185 ribu per KK setiap bulan.
Dengan fasilitas yang diperbaiki dan pengelolaan yang lebih optimal, rusunawa tersebut diharapkan tidak lagi banyak menyisakan unit kosong. Hunian yang dibangun untuk masyarakat itu dapat benar-benar dimanfaatkan oleh warga Sidoarjo yang membutuhkan tempat tinggal layak.
Editor : Hany AkasahSumber : radar sidoarjo