radarsurabayabisnis.id - Rencana memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 40 tahun dinilai dapat membuat cicilan rumah semakin ringan.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, tenor yang lebih panjang berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah, khususnya kelompok yang selama ini belum mampu mendapatkan kredit perumahan.
Pemerintah melalui Komite Tapera telah menyetujui pengembangan skema tersebut. Namun, BTN masih menunggu kesiapan teknis sebelum tenor 40 tahun dapat ditawarkan kepada masyarakat.
Baca Juga: Ratusan Ribu Unit Rumah Tersalurkan untuk Masyarakat di Semester I 2026
“Jika skema ini terealisasi, besaran angsuran bisa berkisar Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan. Angka tersebut sangat terjangkau bagi masyarakat dari kelompok desil 4 hingga 5, yang selama ini berada di luar jangkauan kredit perumahan,” ujar Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8).
Tenor 40 Tahun Bikin Cicilan Lebih Ringan
Menurut Nixon, perpanjangan tenor perlu dibarengi dengan skema bunga yang ringan pada awal masa kredit. Kombinasi tersebut dinilai dapat membantu masyarakat dengan penghasilan terbatas memiliki rumah lebih cepat.
“Kami menciptakan keterjangkauan terlebih dahulu. Mereka yang sebelumnya tidak bankable bisa menjangkau melalui perpanjangan tenor,” jelasnya.
Nixon menjelaskan, ketika pendapatan debitur meningkat, kemampuan membayar angsuran juga diharapkan ikut meningkat. Proses penyesuaian tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun.
Dengan tenor hingga 40 tahun, cicilan bulanan yang lebih rendah diharapkan dapat membuka peluang kepemilikan rumah bagi lebih banyak masyarakat.
KPR Bunga 2,75 Persen Ditawarkan di Housing Expo
Sambil menunggu penerapan tenor 40 tahun, BTN bersama Danantara dan bank-bank Himbara saat ini menawarkan pembiayaan dengan bunga mulai 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun melalui Danantara Housing Expo (DHE) 2026.
Pameran tersebut berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten.
Lebih dari 120.000 unit properti ditawarkan dalam pameran yang melibatkan lebih dari 130 pengembang, baik BUMN maupun swasta.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, DHE 2026 dirancang untuk mempertemukan pasokan rumah terjangkau, pembiayaan kompetitif, dan akses masyarakat dalam satu ekosistem.
“Danantara Housing Expo 2026 adalah wujud nyata komitmen Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah,” tegas Rosan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai ekspo tersebut bukan sekadar ajang pameran properti, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pengembang, perbankan, dan pelaku industri.
Ia berharap peningkatan akses pembiayaan dan ketersediaan rumah dapat mendorong transaksi sekaligus memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya