Percepat Pemenuhan Rumah Rakyat, Presiden Prabowo Luncurkan 62 Ribu KPR Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Miliar

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 08:16 WIB
PELUNCURAN KPR SUBSIDI: Presiden Prabowo tinjau perumahan subsidi di Batang usai resmikan 62.000 unit KPR, Kamis (30/7).
PELUNCURAN KPR SUBSIDI: Presiden Prabowo tinjau perumahan subsidi di Batang usai resmikan 62.000 unit KPR, Kamis (30/7).

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan program Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar. Acara peresmian ini dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026).

Program strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memperluas akses hunian yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

Turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda tersebut adalah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Wajibkan Anak Kos Sesuaikan KTP, Keamanan Data Pemilik Dijamin Aman

"Kita bisa hadir di acara Akad Massal 62 ribu Unit KPR Rumah Bersubsidi yang digelar secara serentak di 165 titik, tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi seluruh Indonesia," ungkap Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Acara yang dilangsungkan secara hibrida ini juga menjadi momen kehangatan saat Kepala Negara berdialog melalui konferensi video dengan sejumlah penerima manfaat dari berbagai penjuru Nusantara, seperti Banda Aceh, Tomohon, hingga Tual. 

Beragam kisah haru terungkap, mulai dari asisten rumah tangga, pekerja pabrik, hingga guru yang akhirnya mampu mewujudkan impian memiliki rumah sendiri berkat program KPR Sejahtera FLPP.

Baca Juga: Resmikan Wajah Baru Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo Dorong Kereta Api Jadi Urat Nadi Ekonomi

Lebih lanjut, Presiden menegaskan perlunya terobosan baru dan keberanian untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat. 

Prabowo menjadikan keberhasilan India yang mampu membangun 40 juta rumah dalam kurun waktu 12 tahun sebagai contoh nyata perlunya inovasi masif di sektor ini. 

Ia juga menekankan kolaborasi erat antara pemerintah, perbankan, dan swasta dalam semangat Indonesia Incorporated.

Baca Juga: Wujudkan Green Port Berkelanjutan, Terminal Teluk Lamong Rangkul BRIN Gelar Riset Ekologis

Meski menggenjot pembangunan fisik, Kepala Negara mengingatkan pentingnya aspek keberlanjutan. Pembangunan kawasan perumahan harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan, pengendalian sampah, serta penyediaan ruang publik yang bersih.

"Transformasi Indonesia tidak hanya diukur dari kekuatan industri, ketahanan pangan, maupun ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan lestari sebagai warisan bagi generasi mendatang," tegasnya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
kur rumah kpr subsidi hunian Presiden Prabowo batang