RADAR SURABAYA BISNIS – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempermudah akses kepemilikan rumah bagi pekerja di Indonesia.
Kolaborasi ini menghadirkan fasilitas pembiayaan KPR Syariah melalui program BSI Griya dengan kemudahan tenor panjang hingga 30 tahun.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Manfaat Layanan Tambahan (MLT) ini berlangsung di Grha BP Jamsostek pada Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Penagihan oleh Debt Collector Diatur OJK, Leasing Tetap Harus Bertanggung Jawab
Melalui sinergi ini, para pekerja yang berstatus Penerima Upah (PU) dan terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat menikmati pembiayaan rumah dengan prinsip syariah.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan nyata BSI terhadap program strategis pemerintah dalam mengatasi backlog (kekurangan) perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.
"Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan. Melalui kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil," ujar Anggoro.
Baca Juga: Tanggul Lumpur Sidoarjo Jebol, Aliran Lumpur Mendekati Rel Kereta Api dan Jalan Raya
Anggoro menambahkan, program ini sangat relevan bagi generasi muda yang saat ini mendominasi portofolio pembiayaan rumah di BSI.
Keunggulan utama dari program ini adalah kepastian angsuran tetap (fixed) hingga akhir masa pembiayaan, sehingga perencanaan keuangan keluarga pekerja menjadi lebih terukur dan aman dari fluktuasi suku bunga.
Senada dengan hal tersebut, Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyambut baik kehadiran BSI sebagai bank penyalur MLT.
Menurutnya, kerja sama ini memberikan alternatif pembiayaan perumahan dengan skema syariah yang sangat dibutuhkan oleh peserta.
"Kerja sama ini diharapkan semakin memudahkan akses pekerja untuk memiliki rumah sebagai aset jangka panjang. Dengan kebutuhan dasar yang terpenuhi, pekerja diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif," jelas Saiful.
Sebagai informasi, komitmen BSI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan tercermin dari kinerja bisnis yang solid. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya telah menembus Rp60,80 triliun.
Baca Juga: Kinerja APBN Semester I 2026 Positif, Fokus Lindungi Daya Beli dan Dorong Ekonomi
Secara keseluruhan, kinerja BSI juga mencatatkan rapor biru dengan laba bersih mencapai Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73% secara tahunan (year-on-year).
Ekspansi ini dibarengi dengan kualitas aset yang sehat, di mana rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross berhasil ditekan membaik ke level 1,80%.
Editor : Hany Akasah