radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Kota Surabaya mulai mematangkan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) sebagai solusi penyediaan hunian layak di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Tahap awal proyek difokuskan di kawasan Ngagel dengan kapasitas mencapai 2.000 unit hunian vertikal.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, Iman Krestian, mengatakan saat ini pembangunan masih memasuki tahap pembersihan lahan.
Baca Juga: Genjot Rusun Subsidi, Pemerintah Beri Insentif Baru Cicilan 30 Tahun dan Bunga 6 Persen
“Sekarang masih proses clearing atau pembersihan lahan,” ujarnya, Jumat (15/5).
Rusunami 16 Lantai Dibangun di Ngagel
Menurut Iman, lahan yang digunakan merupakan aset Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik Pemkot Surabaya seluas sekitar 4 hektare di kawasan Ngagel.
Di lokasi tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan rusunami setinggi 16 lantai dengan kapasitas sekitar 2.000 unit.
“Yang akan dieksekusi lebih dulu di Ngagel,” katanya.
Pembangunan Ditargetkan Mulai Kuartal III 2026
Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pembangunan fisik dimulai pada kuartal ketiga 2026 atau sekitar Agustus–September setelah proses penataan lahan selesai.
ruBaca Juga: 10 Ribu Warga Antre Rusunami Surabaya, DPRD Khawatir Disalahgunakan, Ini Indikasinya
Tak hanya mengandalkan APBD, proyek rusunami ini juga akan dibiayai melalui kolaborasi pemerintah dan investor swasta.
Selain itu, Pemkot Surabaya masih menunggu dukungan anggaran dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Tambak Wedi Jadi Lokasi Berikutnya
Setelah Ngagel, pembangunan rusunami juga direncanakan menyasar kawasan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.
Namun, proyek di Tambak Wedi masih berada pada tahap penyediaan lahan seluas sekitar 1 hektare dan akan dikembangkan setelah proyek Ngagel berjalan.
Solusi Hunian Murah di Tengah Harga Tanah Mahal
Program rusunami ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya dalam mengatasi keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di kawasan perkotaan.
Dengan konsep hunian vertikal, pemerintah berharap masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tetap dapat memiliki rumah layak dan terjangkau di Kota Surabaya.
Editor : Hany Akasah