RADAR SURABAYA BISNIS - Meskipun dibayangi kondisi ekonomi yang masih melambat, namun pelaku industri properti optimis tahun ini tetap ada pertumbuhan moderat.
Hal ini didorong kebutuhan konsumen, daya beli dan juga kebijakan pemerintah tentang PPN DTP sampai Desember 2026.
Direktur Ciputra Group, Agung Krisprimandoyo, mengatakan, tahun ini pasar properti akan lebih baik dari tahun lalu.
Selain demand yang masih bertumbuh, pemerintah juga sejak awal tahun sudah mengumumkan adanya PPN DTP.
Sementara perbankan juga terus memberikan kemudahan dengan program-program menarik diantaranya persetujuan KPR yang lebih cepat serta bunga yang sangat murah mulai 1,69 persen.
Sedangkan developer juga makin aktif merilis banyak produk baru. Bahkan banyak memberikan banyak kemudahan dan subsidi menarik.
“Tahun ini kami yakin pasar properti akan lebih baik. Banyak stimulus dari pemerintah dan perbankan termasuk PPN DTP Sebab itu, di Grup Ciputra, tahun ini setiap proyek juga menyediakan banyak rumah ready berbagai tipe. Sehingga konsumen akan punya banyak pilihan serta bisa ikut program PPN DTP atau Free PPN,” tutur Agung.
Sementara itu, Kennard Nugraha, CEO Galaxy Property menjelaskan, tahun lalu secara umum pasar properti masih mencatat pertumbuhan di bawah 10 persen.
Sebab itu, tahun ini kondisinya tidak akan banyak mengalami perubahan. Ada pertumbuhan tetapi moderat.
Di tengah tingginya volatilitas pasar saham dan kripto, minat terhadap instrumen investasi yang lebih aman dan defensif kembali menguat, menjadikan properti sebagai alternatif yang relevan.
“Kami yakin, tahun ini pasar properti growth-nya moderat. Kalau tahun lalu pertumbuhanya dibawah 10 persen dari tahun 2024, tahun ini mungkin akan sama,” ujar Kennard, Jumat (13/2/2026).
Dijelaskan, tahun 2026 pasar properti didukung oleh stabilitas ekonomi serta keberlanjutan insentif pemerintah melalui program PPN DTP atau Free PPN hingga 100 persen.
Demand pasar juga mulai mengalami pergeseran sejak tahun lalu dimana segmen secondary menunjukkan minat yang relatif lebih tinggi.
Sementara pasar primary yang tahun lalu mengalami perlambatan, tahun ini mulai ada pergerakan positif.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan berbagai strategi. Selain pengembangan teknologi guna meningkatkan efisiensi, jangkauan, dan kualitas layanan, kualitas SDM juga terus ditingkatkan seperti program pelatihan, coaching, workshop, serta pembinaan berkelanjutan untuk membentuk konsultan properti yang andal, integritas dan professional.
“Melalui kombinasi penguatan teknologi dan kualitas SDM, kami optimistis dapat tetap adaptif, relevan, dan bertumbuh di tengah kondisi pasar yang menantang,” ujarnya.
Soal produk yang masih banyak diminati konsumen, dia mengaku di pasar primary, rumah dengan harga dibawah Rp 1 miliar yang paling mendominasi.
Hal ini didorong banyak pembeli end user terutama kalangan muda.
Sementara di pasar secondary, masih didominasi rumah tapak, dengan volume transaksi tertinggi.
Namun, produk komersial seperti ruko dan gudang juga mulai ada pergerakan signifikan.
“Banyak pelaku usaha yang membutuhkan properti siap pakai untuk usahanya,” pungkasnya. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa