RADAR SURABAYA BISNIS - PT Intiland Development Tbk terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat recurring income.
Yang terbaru, perusahaan properti raksasa ini masuk bisnis Data Center dengan membentuk entitas anak usaha baru, DC Land, berkolaborasi dengan ION Network.
Simon J. Wirawan, Direktur PT Intiland Development Tbk, mengatakan, sekarang persaingan office building di Surabaya cukup ketat. Banyak gedung perkantoran baru bermunculan.
Sebab itu, agar tetap survive, harus ada terobosan produk baru yang inovatif yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman.
Dengan produk baru yang berbasis digital ini, dia yakin kedepan pihaknya akan semakin mudah memaintenance market.
“Dengan adanya DC Land ini ada semacam fasilitas baru untuk tenant-tenant disini. Mereka akan lebih terlayani dari sisi kebutuhan data dan infrastruktur digital,” kata Simon, Jumat (6/2/2026).
Dia yakin DC Land akan sukses karena kebutuhan Data Center di Surabaya dan Indonesia Timur semakin besar dan terus berkembang.
Kedepan pihaknya akan terus mengembangkan bisnis ini ditempat atau properti yang lain.
“Ini semacam trial product. Tapi melihat kebeutuhan yang tinggi terutama pprpduk digital, kami sangat yakin DC Land akan sukses. Ini strategi kita untuk mengembangkan recurring income. Namun harus disesuaikan dengan kebutuhan jaman. Kami harus kearah sana,” ungkapnya.
Managing Director DC Land Perry Yoranouw mengungkapkan, saat ini memang kebutuhan data center di Surabaya belum seperti Jakarta.
Namun melihat potensi market yang besar baik di Surabaya dan Indonesia Timur, maka demand data center akan terus berkembang.
Saat ini pihaknya baru menyiapkan kapasitas data center 3 mega watt.
Jumlah ini memang sangat konservatif. Namun seiring dengan perkembangan pasar nanti, pihaknya siap terus menambah kapasitas data centernya.
“Kami mulai dari yang kecil dulu. Kami yakin demand itu akan cukup besar. Tinggal tunggu waktunya saja. Karena itu, kami mulai kerjasama dengan ION Network. Karena sudah punya pengalaman dan jaringan infrastruktur yang kuat,” ungkap Perry.
Dia mengungkapkan sejumlah keunggulan DC Land diantaranya pusat data ini dirancang dengan latensi rendah yang memungkinkan performa akses data lebih cepat dan stabil.
Infrastrukturnya juga dirancang akomodatif terhadap peningkatan kapasitas yang diperlukan konsumen.
Pengembangan DC Land setara dengan standar Tier 3 yang menjamin kontinuitas operasional bisnis. Layanan DC Land dilengkapi dengan service level agreement (SLA) sebesar 99 persen yang menunjukkan bahwa konektivitas tetap stabil dan minim gangguan.
“Kami percaya DC Land dapat menjadi salah satu pilar pendukung transformasi digital di Indonesia melalui penyediaan layanan pusat data yang andal, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang,” kata Perry.
Sementara itu, Teguh Suprayitno, VP Government Relation Jatim ION Network, menambahkan, kerja sama dengan Intiland Group dilakukan karena pihaknya melihat ada potensi market yang cukup besar kedepan baik di Surabaya, Jatim maupun Indonesia Timur.
“Target kami sudah jelas Perusahaan telekomunikasi, anggota APJII, Perusahaan penyedia internet (ISP), Perusahaan IOT, Cloud, e-commerce, perusahaan digital dan lainya. Kami sudah punya captive market yang besar baik perusahaan Indonesia maupun asing,” tutup Teguh. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa