RADAR SURABAYA BISNIS – Tren hunian kini tidak lagi sekadar fungsi tempat tinggal, melainkan telah bergeser menjadi medium ekspresi diri dan identitas sosial yang bernilai ekonomi tinggi.
Tren interior tahun 2026 diprediksi bakal meninggalkan kesan "kaku" dan minimalis yang itu-itu saja. Masanya pindah haluan ke gaya yang lebih ekspresif, berani bermain warna, dan mempunyai karakter kuat.
Kenapa bisa berubah? Ternyata pendorong utamanya adalah generasi muda yang sekarang sudah mulai masuk fase memiliki hunian sendiri. Bagi mereka, rumah bukan hanya tempat istirahat setelah kerja, tapi juga menjadi "panggung" untuk pamer jati diri di media sosial.
Gaya 'Jadul' yang Kembali Hype
Menurut desainer interior Eko Priharseno, gaya mid-century ala tahun 30-an sampai 60-an bakal naik daun lagi, seperti perpaduan furnitur kayu dengan sentuhan material seperti stainless steel, aluminium, hingga aksen keramik mosaik yang dulu sempat populer.
Warna-warna yang bakal jadi primadona juga bukan lagi warna "aman" seperti putih atau krem. Siap-siap akrab lagi dengan palet warna bold tapi estetik seperti biru tua, oranye, charcoal, sampai hijau vintage (olive).
"Rumah itu sekarang jadi simbol status. Biarpun cuma tinggal di kos, pengennya punya satu sudut yang cakep banget buat difoto atau bikin konten story," kata Eko.
Sampah yang Jadi Mewah
Tidak hanya nyaman dipandang, tren 2026 juga semakin peduli lingkungan. Material daur ulang sekarang tidak dipandang sebelah mata lagi.
Justru, barang-barang unik hasil olahan limbah tekstil, plastik, sampai ampas kopi dan teh bakal jadi elemen dekorasi yang mewah dan berkelas.
Generasi muda dinilai lebih bangga pakai barang yang ada "cerita" di baliknya, apalagi jika barang tersebut dapat membantu jaga bumi. Panel warna-warni dari limbah plastik, misalnya, sekarang malah jadi incaran karena mempunyai pola unik yang tidak ada duanya.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Kuota BBM Subsidi untuk 2026 setelah Penyaluran Pertalite di 2025 Bisa Dihemat
Smart Home Bukan Lagi Barang Mewah
Dulu, mempunyai lampu atau kunci pintu yang bisa dikontrol lewat HP mungkin berasa "wah". Tapi di 2026, teknologi rumah pintar alias smart home bakal jadi standar kenyamanan biasa.
Dari urusan keamanan sampai perabot rumah tangga, semuanya makin terintegrasi sama smartphone. Fungsional tapi tetap personal!
Meski teknologi makin canggih, tanaman indoor tidak akan hilang dari radar. Tanaman kayak Monstera atau jenis low-light masih jadi favorit, terutama buat penghuni apartemen yang nggak punya balkon.
Selain membuat ruangan jadi lebih hidup, tanaman juga menjadi kunci buat bikin suasana rumah terasa lebih tenang buat recharging energi setelah seharian beraktivitas.
Editor : Hany Akasah