Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bakal Moncer Lagi, Simak Bocoran Tren Properti yang Paling Dicari Tahun Ini

Hany Akasah • Rabu, 28 Januari 2026 | 08:00 WIB

 

SEGMEN PREMIUM: Andreas Yosianto (kanan) dan Ronaldo Yehezkiel jelaskan pasar properti di semester 1/2025 menurun namun untuk tipe premium masih stabil saat rilis tipe terbaru, Heather di Springvillle
SEGMEN PREMIUM: Andreas Yosianto (kanan) dan Ronaldo Yehezkiel jelaskan pasar properti di semester 1/2025 menurun namun untuk tipe premium masih stabil saat rilis tipe terbaru, Heather di Springvillle

RADAR SURABAYA BISNIS – Pasar properti nasional memasuki babak baru di tahun 2026 dengan optimisme tinggi. 

Setelah melewati fase stabilisasi pascapandemi, sejumlah indikator menunjukkan bahwa industri ini siap kembali tancap gas, didorong oleh kebijakan pemerintah dan masifnya pembangunan infrastruktur transportasi.

Satu di antara katalis utama yang menjaga gairah pasar adalah langkah pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga tahun 2027.

Kebijakan ini dinilai memberikan ruang napas bagi masyarakat, khususnya keluarga muda dan end-user, untuk mewujudkan kepemilikan hunian.

Selain faktor fiskal, rampungnya sejumlah proyek infrastruktur strategis seperti MRT, LRT, dan ruas tol baru turut mendongkrak daya tarik kawasan penyangga Jakarta (Bogor dan Tangerang). 

Hunian berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD) kini menjadi primadona baru bagi konsumen yang mengutamakan mobilitas.

Salah satu elaku industri yang merespons positif tren ini adalah PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), ia telah mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran. 

Direktur Utama WINR, Yusmen Liu, mengungkapkan bahwa perusahaan bakal meluncurkan lima proyek baru di kawasan Jabodetabek sepanjang periode 2026-2027.

"Kami menyadari bahwa akses pembiayaan adalah kunci bagi konsumen. Selain modal kerja, kami menjalin kolaborasi khusus dengan perbankan untuk memperluas jangkauan pasar melalui berbagai skema KPR," ujar Yusmen dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

WINR menargetkan marketing sales sebesar Rp400 miliar dari proyek-proyek tersebut, yang menunjukkan kepercayaan diri pengembang terhadap daya beli masyarakat di segmen menengah ke bawah.

Country Head Knight Frank Indonesia, Wilson Kalip, menambahkan bahwa transformasi pasar properti tahun ini tidak hanya terbatas pada rumah tapak. 

Beberapa sektor yang diprediksi akan bersinar meliputi hunian sub-urban yang tetap menjadi tulang punggung pasar, logistik & pergudangan yang tumbuh pesat seiring ekspansi industri ritel. 

Serta green office building yang berada di kawasan CBD Jakarta dengan permintaan terhadap gedung perkantoran ramah lingkungan yang terus meningkat dan sektor ritel yang menjadi katalisator trafik konsumen di kawasan mixed-use.

"Resiliensi pasar tercermin dari meningkatnya penetrasi bangunan hijau dan transformasi ritel yang menjadi mesin pertumbuhan baru dalam lanskap properti saat ini," pungkas Wilson.

Editor : Hany Akasah
#harga rumah #properti #PPN DTP #investasi #tren bisnis