Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penyaluran Dana FLPP 2025 Tak Capai Target, Pemeringtah ‘Hanya’ Bangun 278.868 Rumah

Nofilawati Anisa • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:31 WIB

 

BERJAJAR: Deretan rumah yang dibangun lewat skema penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
BERJAJAR: Deretan rumah yang dibangun lewat skema penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

RADAR SURABAYA BISNIS – Tahun 2025 sudah berakhir. Pemerintah tahun lalu menargetkan pembangunan 350.000 unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Prumahan (FLPP).

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi pada 2025 mencapai 278.868 unit.

"Penyaluran dana FLPP tahun 2025 ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah di angka 278.868 unit senilai Rp 34,64 triliun dari 40 bank penyalur pada 22 Asosiasi Perumahan yang tersebar di 13.249 perumahan yang dikelola oleh 8.113 pengembang pada 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam keterangannya di Jakarta dilansir dari Antara, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, penerima manfaat dana FLPP tersebut meliputi pekerja swasta hingga 205.311 unit rumah (73,63 persen), wiraswasta sebanyak 39.218 unit rumah (14,06 persen).

Lalu, PNS sebanyak 20.814 unit rumah (7,46 persen), TNI/Polri sebanyak 5.409 unit rumah (1,94 persen), lainnya 8.083 unit rumah (2,90 persen) serta 33 unit lain dari segmen lainnya (0,01 persen).

Jika dibandingkan dengan 2024, penerima manfaat FLPP dari pekerja swasta mengalami peningkatan sebesar 31,3 persen, wiraswasta mencapai peningkatan hingga 58,7 persen.

Sedangkan PNS jauh lebih tinggi pertumbuhannya hingga 145,7 persen, TNI/Polri mengalami peningkatan hingga 36,9 persen.

Heru menyebut Provinsi Jawa Barat masih menjadi provinsi tertinggi penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia dengan capaian 62.591 unit rumah atau 22,44 persen.

Diikuti, oleh provinsi lainnya yaitu Jawa Tengah (24.470 unit/8,77 persen), Sulawesi Selatan (23.255 unit/8,34 persen), Banten (18.966 unit/6,80 persen), Jawa Timur (18.361 unit/6,58 persen).

“Kabupaten Bekasi masih meraih peringkat pertama penerima manfaat FLPP di Indonesia sebesar 14.702 unit rumah atau 19 persen disusul oleh sembilan kabupaten kota lainnya yaitu Kabupaten Bogor (10.195 unit rumah/13 persen), Kabupaten Tangerang (8.246 unit rumah/11 persen),” urainya.

Kemudian Kabupaten Karawang (7.097 unit rumah/9 persen), Kota Kendari (6.895 unit rumah/9 persen), Kabupaten Maros (6.233 unit rumah/8 persen), Kota Palembang (6.198 unit rumah/8 persen), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit rumah/8 persen), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit rumah/7 persen) dan Kabupaten Gowa (5.242 unit rumah/7 persen).

Heru menyebutkan, realisasi penyaluran dana FLPP mencapai 79,68 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 350 ribu unit rumah.

“Walaupun tidak sampai ke titik 350 ribu unit, namun pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak 2010. Dengan komposisi 99,99 persen atau 278.865 unit merupakan rumah tapak dan sisanya 0,001 persen (tiga unit) rumah susun,” pungkas Heru. (ara/opi)

Penyaluran FLPP Tahun 2025

*Target 350.000 unit
*Realisasi 278.868 unit
*Total nilain Rp 34,64 triliun
*Lewat 40 bank penyalur
*Libatkan 22 asosiasi perumahan
*Lokasi 13.249 perumahan
*Dikelola 8.113 pengembang
*Tersebar di 33 provinsi atau 401 kabupaten

*Penerima:
1. Pekerja swasta 205.311 unit (73,63 persen)
2. Wiraswasta 39.218 unit (14,06 persen)
3. PNS 20.814 unit (7,46 persen)
4. TNI/Polri 5.409 unit (1,94 persen)
5. Lainnya 8.083 unit (2,90 persen)
6. Segmen lain 33 unit (0,01 persen)

Sumber: FLPP

 

Editor : Nofilawati Anisa
#penyaluran dana #Heru Pudyo Nugroho #fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (flpp) #BP Tapera. #Tahun 2025 membawa kesempatan besar untuk mendaftar melalui dua jalur penerimaan yang berbeda