RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tahun depan menargetkan bisa menyalurkan 285 ribu rumah subsidi dalam skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Total dana yang bakal digelontorkan 2026 mencapai Rp 37,1 triliun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, dana itu terdiri dari anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sebesar Rp 25,1 triliun.
Sisanya adalah dana dari pengembalian pokok sebesar Rp 10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp 1,6 triliun.
“Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
BP Tapera juga menggandeng 43 bank penyalur rumah subsidi. Lima di antaranya merupakan bank BUMN, empat bank swasta, dan 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang penyaluran KPR Sejahtera FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2026.
“Kami berharap, tahun 2026 nanti kinerja bank penyalur akan semakin baik dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang terbantu,” lanjutnya.
Dalam PKS (Perjanjian Kerja Sama), Heru juga menyampaikan bahwa terjadi peningkatan penyaluran dana FLPP untuk non formal sebesar 15 persen.
"Sehingga diharapkan akan semakin banyak non formal yang akan menikmati pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dan semakin merata di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Hingga 22 Desember, penyaluran dana FLPP telah mencapai 270.985 unit rumah dengan nilai sebesar Rp 33,66 triliun.
Dana ini disalurkan melalui 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten/kota.
Bank BTN tercatat sebagai bank penyalur FLPP tertinggi dengan realiasi 128.608 unit rumah subsidi.
Di posisi kedua diikuti Bank BTN Syariah (Bank Syariah Nasional) yang menyalurkan FLPP untuk 59.463 unit.
Kemudian BRI (31.645 unit); BNI (14.179 unit); dan Bank Mandiri (10.591 unit); Bank Syariah Indonesia (4.062 unit); BPD Jawa Barat dan Banten (3.915 unit); BPD BJB Syariah (2.660 unit); BPD Sumsel Babel (2.430 unit); dan BPD Sumsel Babel Syariah (1.695 unit). “Saya berharap kinerja ini tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan untuk penyaluran sesuai target penyaluran FLPP di tahun 2026,” tegas Heru. (uta/opi)
Target BP Tapera Tahun 2026
*Target salurkan 285 ribu rumah
*Total dana yang diplot Rp 37,1 triliun
*Lewat skema FLPP
*Dana gterdiri dari:
1. Anggaran DIPAsebesar Rp 25,1 triliun
2. Dana pengembalian pokok Rp 10,4 triliun
3. Saldo awal tahun 2026 Rp 1,6 triliun
*Penyaluran gandeng 43 bank
*Rinciannya:
1. 5 bank BUMN
2. 4 bank swasta
3. 33 BPD
*Kinerja 2025 (Hingga 22 Desember):
1. Penyaluran mencapai 270.985 rumah dengan
2. Nilai sebesar Rp 33,66 triliun
3. Disalurkan melalui 39 bank penyalur
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa