Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kaget Kamar Terlalu Sempit, Purbaya Minta Luasan Rusun ASN Kemenkeu di Bali Ditambah

Nofilawati Anisa • Jumat, 5 Desember 2025 | 22:45 WIB

BARU: Rusun khusus pegawai Kemenkeu di kompleks Balai Diklat Keuangan (BDK) Denpasar, Bali.
BARU: Rusun khusus pegawai Kemenkeu di kompleks Balai Diklat Keuangan (BDK) Denpasar, Bali.


RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memperluas pembangunan rumah susun (rusun) khusus pegawai setempat di Denpasar, Bali dengan mempertimbangkan kebutuhan dan ketersediaan lahan yang tersedia.

"Kami akan bangun, paling tidak satu atau dua tower lagi," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di sela meninjau rusun aparatur sipil negara (ASN) Kemenkeu di Denpasar, Bali, Jumat (5/12).

Purbaya tidak memberikan detil anggaran yang disiapkan untuk perluasan rusun tersebut, termasuk estimasi waktu pengerjaan rusun itu.

Namun, ia meminta agar desain kamar lebih besar dari desain yang sudah terbangun saat ini dengan luas bangunan 36 meter persegi.

"Kalau untuk keluarga ukuran 36 (meter persegi) mungkin pas-pasan. Kalau anaknya sudah besar, sudah tidak bisa belajar di sana. Jadi saya minta nanti dinaikkan sedikit ukuran yang lebih besar," ucapnya.

Sementara itu, terkait wacana pembangunan rusun tersebut juga mengakomodasi warga selain ASN Kemenkeu, Purbaya menjelaskan hal itu mempertimbangkan kebutuhan untuk pegawainya terlebih dahulu.

"Kami lihat Kemenkeu masih butuh atau tidak. Kalau masih ada pegawai Kemenkeu yang belum dapat tempat tinggal di sini, kan untuk pegawai Kemenkeu dulu, nanti kami lihat seperti apa pertimbangan ke depan," ucapnya.

Saat ini, sudah terbangun dua gedung rusun khusus ASN Kemenkeu dengan empat lantai yang berada di kawasan Balai Diklat Keuangan (BDK) yang ada di wilayah Renon, salah satu kawasan elit di Denpasar, Bali.

Rusun tersebut menelan anggaran pembangunan sebesar Rp 54 miliar yang diambil dari APBN 2024 dengan durasi pengerjaan selama 270 hari kalender.

Total ada 120 unit di dua tower tersebut dengan kapasitas tampung mencapai 480 orang.

Adapun setiap bulan, lanjut dia, penghuni hanya membayar sebesar Rp 300 ribu untuk membiayai pemeliharaan fasilitas rusun.

"Bayar sebulan Rp 300 ribu, untuk pemeliharaan," ucapnya. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kemenkeu #rusun #asn #denpasar #bali #radar surabaya bisnis #menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa