RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. Wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara optimistis mencapai target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Carly Tambunan, Kepala Kantor Wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara BTN mengatakan, hingga saat ini penyaluran kredit KPR untuk rumah bersubsidi cukup bagus. Semua sesuai target yang ditetapkan.
“Hingga September 2025, cukup bagus penyerapanya. Semua masih on the track,” ujar Carly disela pengenalan program BTN Prospera Save & Smash, Kamis (23/10).
Dikatakan, meskipun penyerapan KPR subsidi cukup bagus, namun kuota yang tersedia masih besar.
Dan pihaknya yakin sisa kuota tersebut akan habis pada Desember 2025 ini. Rata-rata penyerapan KPR subsidi di Jatim sebanyak 1.000 – 1.200 unit rumah.
“Sampai akhir tahun KPR subsidi kami harapkan ada tambahan 3.000 unit lagi. Kita kejar terus. Kami yakin. Semua masih on the track,” ungkapnya.
Dia menambahkan, penyerapan KPR rumah bersubsidi paling banyak tersebar di beberapa kota di Jatim seperti Jember, Malang, Banyuwangi, dan Kediri.
Total penyaluran KPR subsidi sebanyak 10.243 unit. Dengan begitu BTN Kanwil Jatim, Bali dan Nusra menguasai market share 78,3 persen dari total 13.069 unit rumah subsidi untuk semua bank di Jatim.
Terkait program BTN Prospera Save & Smash, Carly mengaku ini merupakan program baru di BTN untuk penggalangan dana pihak ketiga (DPK).
Program ini dikhususkan untuk para nasabah BTN yang memiliki Tabungan dengan nilai Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.
Dengan program ini nasabah Prospera BTN akan menikmati benefit main Padel secara gratis sebulan sekali di lapangan padel yang telah kerja sama dengan BTN.
Saat ini di Surabaya baru satu lapangan padel yang kerja sama. Namun kedepan akan terus ditambah.
“Program ini menyasar segmen milenial, professional dan pengusaha muda. Sehingga pas kalau main Padel. Saat ini jumlah kelas menengah di Surabaya dan Jatim cukup besar,” ungkapnya.
Jumlah nasabah Prospera BTN di Jatim saat ini sebanyak 16.000 orang dengan nilai tabungan sebesar Rp 400 miliar.
Program ini akan berjalan enam bulan. Pihaknya menargetkan ada tambahan 1.000 nasabah Prosper baru dengan nilai sebanyak Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar.
“Di Jatim, Bali dan Nusra, Tabungan Prospera kontribusinya masih 10-20 persen dari total CASA BTN. Namun secara nasional sudah 30-40 persen. Sedangkan total DPK saat ini sebesar Rp 23,3 triliun. Kami berharap sampai akhir Desember 2025 total DPK BTN Kanwil Jatim, Bali dan Nusra mencapai Rp 25 triliun,” pungkasnya. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa