Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Serapan Rumah Subsidi di Jatim Masih Peringkat Keempat Nasional, Menteri Ara Optimistis Capaian Meningkat

Mus Purmadani • Senin, 20 Oktober 2025 | 04:56 WIB
Maruarar Sirait
Maruarar Sirait

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruar Sirait mengaku optimistis dengan sisa waktu sekitar 2,5 bulan di tahun ini, capaian penyerapan rumah subsidi di Jawa Timur akan meningkat signifikan.

Saat ini, penyerapan rumah subsidi di Jatim masih berada di posisi keempat secara nasional.

“Padahal Jatim jumlah penduduknya nomor dua nasional, paling tidak harusnya juga nomor dua dalam penyerapan rumah subsidi,” jelasnya di Surabaya, Kamis (16/10) malam.

Menteri yang akrab disapa Ara menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 350 ribu rumah subsidi tahun ini.

Jika dihitung secara proporsional, lanjutnya, sekitar 15 persen di antaranya semestinya berada di Jatim, atau sekitar 45 hingga 50 ribu unit rumah.

“Satu rumah subsidi saja bisa melibatkan lima orang tenaga kerja. Jadi, kalau 50 ribu rumah dibangun, ada 250 ribu orang yang bekerja. Belum lagi toko bangunan, warung, pengrajin keramik, perbankan, asuransi, dan developer yang ikut bergerak. Semua ini akan menggerakkan ekonomi rakyat dan mengurangi kemiskinan,” paparnya.

Dia menilai ekosistem pembangunan perumahan di Jatim sangat luar biasa dengan dukungan penuh dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Ara pun optimistis bahwa dalam 2,5 bulan ke depan, pertumbuhan ekonomi Jatim akan semakin berkualitas dan berkeadilan.

Maruar juga mengumumkan bahwa bunga rumah subsidi tidak mengalami kenaikan.

“Bunganya tetap 5 persen, dan DP-nya juga tetap 1 persen. Ini akan sangat membantu rakyat,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana mulai membangun rumah subsidi bertipe vertikal (rusun) di kota besar.

“Kita akan mulai seperti di Makasar, Medan, dan Jakarta. Mudah-mudahan di Surabaya juga bisa dibangun rumah subsidi vertikal karena harga tanah sudah sangat mahal,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam skema lahan, pengisian unit, hingga legalitas agar program ini tepat sasaran. “Kita akan segera mengerjakan itu,” pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #Penyerapan #maruarar sirait #rumah subsidi #Menteri PKP #Menteri Ara #developer #Optimistis