RADAR SURABAYA BISNIS - Setelah sukses meluncurkan dua cluster sebelumnya, PT Taman Timur Regensi – pengembang Grand Eastern – kembali merilis cluster terbaru, Eastern Spring dengan membidik segmen family dan milenial dengan harga mulai Rp 900-an juta.
Menurut Andre Susanto, Direktur Grand Eastern, meskipun kondisi pasar properti mengalami tekanan akibat melambatnya ekonomi, namun demand hunian kelas middle – up di Surabaya masih ada.
Terbukti dua cluster yang diluncurkan sebelumnya, Eastern Park dan Eastern Hill, sudah sold out.
Masing-masing dikembangkan sebanyak 300-an unit. Bahkan sekitar 80 persen sudah dihuni sehingga lingkungan juga sudah ramai.
“Saat ini cluster Eastern Hill hanya tersisa 10-an unit saja. Karena itu, kami luncurkan kembali cluster Eastern Spring,” kata Andre saat peresmian gerbang Grand Eastern, Minggu (5/10).
Dikatakan, jumlah unit di cluster Eastern Spring juga sekitar 300-an unit.
Pengembangan dilakukan bertahap. Tahap pertama dikembangkan sebanyak 150 unit dulu. Ada 5-6 tipe yang dengan harga mulai Rp 900-an juta hingga Rp 2,5 miliar.
Dari jumlah tersebut, saat ini sekitar 100 unit sudah terjual. Pembangunan sebanyak 150 unit juga sudah dilakukan.
Diharapkan semua unit akan selesai pada Desember 2025. Sehingga konsumen bisa menikmati PPN DTP.
“Kami harapkan Desember tahun ini 150 unit di Eastern Spring sudah selesai dibangun. Sehingga semua bisa ikut program PPN DTP,” katanya.
Yang menarik, pembeli Grand Eastern bukan hanya dari Surabaya saja, namun juga banyak dari luar kota seperti dari Jakarta, Kalimantan dan Indonesia Timur.
Mereka umumnya membeli unit untuk anaknya yang lagi study di Surabaya seperti di ITS atau Unair.
Bukan hanya itu, pembeli di Grand Eastern juga mayoritas dari kalangan milenial.
Bahkan bisa mencapai 80 persen. Sebab itu, desainnya juga disesuaikan dengan selera anak-anak muda. Selain itu ruangan juga dioptimalkan fungsinya.
Terkait fasilitas, Andre mengaku saat ini Grand Eastern memiliki sejumlah fasilitas untuk para penghuni misalnya taman, BBQ area, gym, lapangan bola basket.
Selain itu juga ada fasilitas komersial berupa 100 unit ruko. Bahkan, pihaknya juga menambah fasilitas olahraga Padel dengan investasi sekitar Rp 13 miliar.
“Lapangan Padel kami bangun dekat danau. Sehingga nanti, sambil nyantai atau main padel bisa menikmati danau. Pembangunan sudah kami mulai. Dan kami harapkan Februari 2026 sudah beroperasi,” tutup Andre. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa