RADAR SURABAYA BISNIS - Meskipun kondisi ekonomi masih melambat, namun PT Bhakti Tamara - pengembang perumahan kelas middle up Royal Residence – tetap optimistis bisa mencapai target.
Bahkan serah terima unit klaster premium Organica tahap pertama bisa dilakukan tahun ini.
Lodewyk Wattimena, Direktur Utama Royal Residence, mengatakan, sebenarnya pasar properti untuk kelas premium masih bergerak.
Hanya saja saat ini masih banyak konsumen yang wait and see. Karena menunggu perkembangan hasil kebijakan pemerintah dan ekonomi.
“Sebenarnya marketnya masih ada untuk hunian premium. Namun banyak yang menunggu. Bagaimana dampak kebijakan pemerintah dan perkembangan ekonomi,” kata Lodewyk, saat meninjau klaster Organica, Royal Residence Surabaya, Sabtu (20/9).
Untuk itu dia berharap kebijakan pemerintah termasuk penyaluran dana Rp 200 triliun ke lima bank pemerintah akan segera berimbas pada pergerakan ekonomi.
Sehingga para pengusaha yang semula banyak menunggu bisa melakukan langkah ke depan.
Soal klaster Organica, Lodewyk, mengaku masih optimistis. Saat ini yang dikembangkan baru tahap satu dari tiga tahap yang diencanakan.
Dan hingga kini penjualan sudah mencapai 60 persen dari 25 unit yang dikembangkan di tahap satu atau Peanut A.
Pembangunan juga terus dikebut. Rumah contoh juga sudah jadi sehingga bisa menggerakan minat beli konsumen.
Lingkungan juga sudah ditata dengan baik termasuk dua gerbang yakni gerbang utama dan gerbang Peanut A sudah jadi. Aneka tanaman juga sudah mulai bertumbuh.
“Kami optimis. Masih ada sisa waktu empat bulan akan kami manfaatkan optimal untuk menghabiskan sisa unit di Peanut A, Organica. Klaster Organica memang sangat premium. Biasanya 60 persen untuk rumah dan 40 persen untuk fasum. Di sini kami balik, yang 40 persen untuk rumah dan 60 persen untuk fasum sehingga sangat premium,” ungkapnya.
Sementara itu, Dina, Marketing Manager Royal Residence menambahkan, klaster Organica dikembangkan di atas lahan enam hektar.
Nantinya disini akan dibangun sebanyak 59 unit rumah mewah yang terbagi dalam tiga tahap yakni Peanut A, Peanut B dan Peanut C.
Saat ini dikembangkan di Peanut A sebanyak 25 unit. Ada dua tipe yakni Marella dan Margaret.
Tipe Marella (9x20) ditawarkan dengan harga Rp 5 miliar dan tipe Margaret (12x22) harganya Rp 8 miliar. Saat ini terjual 60 persen.
Serah terima akan dilakukan pada Desember 2025.
“Yang harganya Rp 5 miliar bisa ikut program PPN DTP. Kami juga punya beberapa rumah ready tipe lain yang lebih kecil dengan harga Rp 1-1,5 miliar. Saat ini kami juga kembangkan tipe Palazio di boulevard. Jumlahnya terbatas 10 unit dengan harga Rp 2-3 miliar,” ungkap Dina. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa