RADAR SURABAYA BISNIS - Unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah berdampak signifikan terhadap kunjungan hotel dan restoran.
Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono kepada Radar Surabaya, Minggu (31/8/2025).
"Turun drastis mas, apalagi daerah-daerah yang ada unjuk rasa seperti Surabaya, Malang, Kediri dan lainnya," ungkapnya.
Dwi mengatakan okupansinya bisa turun hingga 25 persen.
Menurutnya saat ramai soal royalti musik, okupansi hotel turun menjadi 50 persen.
"Bahkan beberapa hari ini banyak hotel maupun restoran yang melakukan penutupan sementara, khawatir jika unjuk rasa berlangsung ricuh," katanya.
Menurutnya juga banyak terjadi pembatalan reservasi.
Selain khawatir keamanan, juga akibat akses menuju lokasi yang sulit akibat kemacetan.
"Daripada terjebak kemacetan di jalan akibat unjuk rasa, akhirnya banyak yang batal," jelasnya.
Lebih lanjut, Dwi berharap situasi segera mereda agar dunia usaha tidak semakin terdampak.
"Kami berharap pemerintah dan aparat bisa menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kalau terus berlarut, tentu akan merugikan pelaku usaha perhotelan dan restoran," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa