Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pengusaha Properti Asal Surabaya Ajak Investor Global Kembangkan Proyek Prestisius Sydney CBD, Australia

Moh. Afik • Senin, 11 Agustus 2025 | 01:12 WIB
CAPITAL RISING: Iwan Sunito (kanan) menjelaskan rencana pengembangan proyek prestisius, Sydney CBD, senilai Rp 4 triliun dan mengajak investor global termasuk dari Indonesia.
CAPITAL RISING: Iwan Sunito (kanan) menjelaskan rencana pengembangan proyek prestisius, Sydney CBD, senilai Rp 4 triliun dan mengajak investor global termasuk dari Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pengusaha properti sukses asal Surabaya, Iwan Sunito, terus melakukan ekspansi bisnisnya di Australia.

Yang terbaru, founder One Global Capital ini siap mengembangkan Sydney CBD senilai Rp 4 triliun.

Dia mengajak investor global berpartisipasi termasuk dari Indonesia.

Iwan Sunito, founder dan chairman One Global Capital menjelaskan, Sydney CBD akan menjadi salah satu proyek prestisius alumni SMA St Louis Surabaya ini.

Bangunan super megah ini selain ada hotel bintang lima luxury, juga nantinya ada bangunan besar lain yang belum dideklar.

Untuk itu, dia menawarkan funding rising dengan menggandeng banyak investor global terlibat.

Dana yang diperlukan sekitar Rp 4 triliun. Dan saat ini yang Rp 2 triliun sudah dikaver salah satu bank di Indonesia.

Sementara yang Rp 2 triliun lagi ditawarkan untuk maksimal 40 investor.

“Kami committed. Buat kami ini satu kebanggaan bank dari Indonesia ekspansi ke keluar negeri dan mensponsori diaspora. Dan skala gede. Biasanya bank dari Indonesia ke Australia untuk mining. Tapi yang ini funding di property. Ini luar biasa,” ujar Iwan, di Surabaya, Sabtu (9/8).

Dia mengaku, proyek Sydney CBD memang proyek yang beresiko tinggi.

Namun begitu dia meyakinkan proyek megah ini akan memberikan super cuan bagi para invevstor.

Sebab itu, dia mengajak para investor global dari Indonesia, Amerika, Eropa, Singapura dan Australia.

Sebenarnya, sisa dana Rp 2 triliun itu bisa dikaver oleh 1-5 investor saja.

Namun pria penggemar humor ini mengaku akan membagi untuk 40 investor.

Dimana setiap investor bernilai USD 5 juta atau sekitar Rp 50 miliar lebih.

“Capital rising ini kami tawarkan untuk Sydney CBD project. Banyak sekali orang kaya yang dananya tidak terbatas termasuk dari Indonesia. Sebenarnya sisa Rp 2 triliun bisa saja dikaver lima orang saja. Tapi kami tidak mau. Kami ingin ke USA, China, Eropa, Singapura. Karena kami punya rencana lebih besar kedepan untuk melakukan IPO,” ujarnya.

Soal peluang investor dari Surabaya, Iwan mengaku hal sangat mungkin saja.

Namun melihat nilai project yang gede, dia belum yakin ada investor Surabaya yang bersedia.

Meskipun dia akui selama ini banyak investor Surabaya yang ikut sejumlah proyek lain di Australia.

Untuk itu, arek Surabaya ini mengaku lebih firm jika proyek ini ditawarkan ke para investor kakap asal Jakarta, Medan, Amerika, Eropa, China dan Australia.

Bukan soal kepercayaan semata, namun lebih pada kecepatan mengambil keputusan.

Diharapkan, dana Rp 2 triliun ini pada November nanti sudah terkaver semuanya.

“Kami tahu banyak orang kaya di Surabaya. Bahkan mungkin ada satu orang saja bisa menutup. Tapi kami belum tahu apakah mereka mau apa tidak. Terakhir kami ketemu, belum ada dealing. Sementara yang dari Jakarta, Medan, USA dan Australia mereka cepat ambil keputusan. Mungkin yang dari Surabaya belum terbiasa investasi besar di luar negeri,” ujarnya.

Namun begitu, Iwan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti, ada proyek-proyek lain yang dikembangkan dan investor asal Surabaya akan menjadi mayoritas.

Yang pasti untuk Sydney CBD ini pihaknya perlu gerak cepat agar segera bisa memulai pembangunan projectnya.

Iwan menjelaskan, dalam 12 bulan terakhir, One Global Capital telah sukses mengakusisi dan mengembangkan sejumlah proyek besar di Australia.

Di antaranya adalah One Global Resorts, hotel mewah bergaya resor senilai Rp 1 triliun, One Global Gallery, pusat perbelanjaan di Eastlakes senilai Rp 280 miliar dan One Global Macquarie Park, lahan pengembangan hotel mewah di Sydney senilai Rp 181 miliar.

“Kami juga akan kembangkan hotel di Macquaire Park yang baru saja kami akuisisi pada Mei 2025 lalu. Hotel ini senilai Rp 750 miliar dan akan menjadi tonggak baru dalam portofolio perhotelan One Global Capital. Proyek ini mencerminkan visi jangka panjang One Global dalam membentuk masa depan perhotelan bergaya hidup di kawasan Asia-Pasifik,” pungkasnya. (fix/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#one global capital #iwan sunito #Asli Surabaya #pengusaha #CBD #australia #sydney #investor