Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pasar Properti Lesu, Kawasan Industri Topang Kinerja Intiland di Semester I-2025

Moh. Afik • Jumat, 8 Agustus 2025 | 12:28 WIB

 

LUAS: KI Ngoro yang dikembangkan PT Intiland Development Tbk semakin menarik bagi investor untuk.mengembangkan bisnisnya.
LUAS: KI Ngoro yang dikembangkan PT Intiland Development Tbk semakin menarik bagi investor untuk.mengembangkan bisnisnya.

RADAR SURABAYA BISNIS — PT Intiland Development Tbk mencatat kinerja yang positif ditengah pasar properti yang masih lesu. Hal ini karena ditopang Kawasan Industri yang tumbuh signifikan sepanjang semester I 2025.

Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono, mengatakan, selama semester I/2025, Perseroan membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 1,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, development income menyumbang Rp 772 miliar dan recurring income Rp 444 miliar, atau masing-masing berkontribusi 63 persen dan 37 persen dari keseluruhan.

“Segmen kawasan industri tumbuh positif dengan kontribusi Rp 394 miliar atau 51 persen dari pendapatan development income. Sedangkan dari seluruh pendapatan usaha, segmen ini berkontribusi 33 persen,” kata Archied dalam keteranganya belum lama ini.

Dikatakan, saat ini pihaknya mengembangkan dua kawasan industri yakni Batang Industrial Park (BIP), di Batang Jawa Tengah dan Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto Jawa Timur.

Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kawasan pergudangan Aeropolis Techno Park, di Tangerang.

Kontributor development income lainnya berasal dari segmen perumahan dan pengembangan mixed-use & high rise.

Masing-masing segmen memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp 231 miliar (19 persen) dan Rp 147 miliar (12 persen) dari keseluruhan.

“Pendapatan dari kawasan industri cenderung lebih stabil dan memberikan margin yang sehat. Hal ini mendukung kestabilan arus kas serta menjaga kinerja keuangan Perseroan di tengah pasar residensial high-rise yang masih belum mengalami pertumbuhan signifikan,” ujar Archied.

Proyek Batang Industrial Park dan pergudangan Aeropolis Technopark di Tangerang, Banten masih menjadi motor utama pertumbuhan kinerja di segmen kawasan industri.

Permintaan pasar terhadap lahan industri terus tumbuh di saat segmen properti lainnya masih lesu.

Permintaan terhadap lahan industri terus tumbuh secara konsisten, baik dari pelaku industri dalam negeri maupun investor asing.

Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pengembangan kawasan industri Perseroan ke depan.

Untuk itu, Perseroan merencanakan mengembangkan kawasan industri baru di daerah Jombang, Jawa Timur.

Pengembangan kawasan industri baru ini rencananya akan dimulai pada akhir tahun 2025.
“Saat ini kami sedang dalam tahapan mencari anchor tenant yang akan menjadi investor utama kawasan industri di Jombang,” ungkapnya.

Terkait laba Perseroan, dia menjelaskan, pada semester I 2025, Intiland membukukan laba tahun berjalan Rp 49,1 miliar.

Dibandingkan Semester-I 2024 sebesar Rp 413,3 miliar, laba tahun berjalan Semester-I 2025 tetap mencerminkan kondisi operasional perusahaan yang stabil.

Kondisi keuangan Perusahaan yang solid terlihat dari kenaikan EBITDA dari 22 persen pada Semester-I 2024 menjadi 28 persen pada Semester-I 2025.

Peningkatan ini menunjukkan efisiensi dan kinerja operasional yang terus membaik.

“Kami akan fokus dalam memperkuat kinerja operasional dan menjaga struktur keuangan tetap sehat,” tutup Archied. (fix/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kinerja #properti #kawasan industri #Ngoro #intiland #keuangan