RADAR SURABAYA BISNIS – Ditengah melembatnya pertumbuhan ekonomi, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tetap optimis tahun 2025 pendapatan perseroan akan tumbuh double digit.
Sebab itu, raksasa perusahaan properti asal Surabaya ini akan memperkuat recurring income dengan mengembangkan sejumlah proyek baru.
Fenny, GM Finance PT Pakuwon Jati Tbk, menjelaskan, tahun ini pihaknya tetap yakin mampu meningkatkan kinerja perseroan dengan pertumbuhan double digit.
Sebab itu, pihaknya akan menyelesaikan sejumlah proyek superblock baru yang akan memperkuat recurring income.
“Tahun ini Perseroan targetkan pendapatan diatas Rp 7 triliun naik double digit dari pencapaian tahun lalu,” kata Fenny saat public expose, Rabu (25/6).
Hingga kuartal 1/2025, perseroan telah membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,55 triliun dengan laba bruto sebesar Rp 857 miliar.
Sedangkan laba bersih pada kuartal 1/2025 sebesar Rp 603 miliar atau tumbuh 10 persen dari tahun lalu periode yang sama dengan nilai sebesar Rp 550 miliar.
Hal ini karena efisiensi operasional berhasil ditingkatkan.
Sementara tahun 2024, pihaknya membukukan pendapatan sebesar Rp 6,67 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 2,62 triliun.
Pertumbuhan kinerja tersebut didorong kenaikan recurring income 11 persen dari Rp 4,67 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 5,19 triliun di 2024.
“Recurring income berkontribusi sekitar 85 persen dari total pendapatan Perseroan. Sisanya berasal dari penjualan landed house dan apartemen. Recurring income berasal dari retail mal sebesar Rp 3,43 triliun, hospitality sebesar Rp 1,38 triliun dan office leasing Rp 368 miliar,” tambah Wong Boon Siew Ivy, Direktur. PT Pakuwon Jati Tbk.
Karena itu, lanjutnya, tahun ini pihaknya akan belanja modal sebesar Rp 2,5 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat sumber recurring income dengan mengembangkan sejumlah proyek baru maupun perluasan proyek existing yang tersebar di Surabaya, Jakarta, Bekasi, Batam dan Semarang.
Tahun lalu, PWON telah mengeluarkan Capex sebesar Rp 1,8 triliun.
Dana belanja modal digunakan untuk membiayai proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall tahap 3 Surabaya serta untuk pembelian tanah di Semarang dan area Pakuwon City Surabaya.
“Hingga kuartal I/2025, Perseroan telah belanja modal sebesar Rp 237 miliar yang digunakan untuk membiayai proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall tahap 3 Surabaya,” ungkapnya.
Soal dividen, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra, Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk menjelaskan, para pemegang saham dalam RUPS telah menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2024 senilai Rp 626 miliar atau Rp 13 per saham.
Jumlah tersebut naik 45 persen dibandingkan tahun lalu.
“Pembagian dividen ini setara dengan 30 persen dari Rp 2,08 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON,” tutup Alexander. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa