RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut bahwa Indonesia memerlukan peta jalan untuk mencapai program pembangunan dan renovasi tiga juta rumah.
"Adanya peta jalan perumahan akan membantu mencapai target kami mencapai 3 juta rumah," ujar menteri yang akrab disapa Ara di Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Ara membeberkan ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh Kementerian PKP dalam penyusunan peta jalan sektor perumahan ini.
Pertama, memberikan arah strategi dan tahapan pelaksanaan yang terukur untuk mencapai target pembangunan tiga juta rumah secara efektif dan tepat sasaran.
Kedua, mewujudkan keterpaduan kebijakan dan program lintas sektor dalam penyediaan perumahan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketiga, menjadi acuan bersama seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan, program dan anggaran guna mendukung percepatan pembangunan perumahan.
Ara mengungkapkan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Kementerian PKP dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah.
Beberapa kendala yang dihadapi mulai dari keterbatasan dana, ketersediaan lahan, kualitas bangunan serta penyaluran bantuan perumahan yang tidak tepat sasaran.
"Tidak ada visi misi menteri tapi hanya ada visi misi Presiden. Saya prajurit dan semua jurus akan kami lakukan untuk mencapai tiga juta rumah," ujarnya.
Lebih lanjut Ara menekankan setiap data yang digunakan oleh Kementerian PKP berasal dari data BPS (Badan Pusat Statistik).
Lantaran masih menggunakan data lama, ia meminta agar BPS bisa melakukan pengkinian data terbaru.
"Saya juga minta BPS bisa mengupdate data terbaru yang tahun 2025 karena data saat ini adalah data 2023. Apalagi kementerian/lembaga dalam pemerintahan sepakat rapat kabinet menggunakan sumber data hanya satu dari BPS," terangnya. (uta/opi)
Program 3 Juta Rumah
*Rincian:
1. Pembangunan di pedesaan sebanyak 2 juta
2. Pembangunan di perkotaan sebanyak 1 juta
*Potensi kuota rumah subsidi bertambah 90 ribu unit
*Subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
*Pembiayaan oleh APBN:
1. Hanya bisa membiayai 270 ribu unit
2. Porsi 9 persen dari 3 juta rumah
*Tentang fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP):
1. Kuota baru resmi bertambah menjadi 350 ribu unit
2. Ada tambahan 130 ribu unit
3. Kuota awal 220 ribu unit
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa