Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Profil Cak Lontong, Pelawak Lulusan ITS Surabaya Yang Kini Ditunjuk jadi Komisaris Ancol

Nofilawati Anisa • Senin, 28 April 2025 | 01:40 WIB

 

Lies Hartono alias Cak Lontong
Lies Hartono alias Cak Lontong

RADAR SURABAYA BISNIS - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Perseroan) mengangkat Lies Hartono atau Cak Lontong dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebagai komisaris.

RUPST PT Pembangunan Jaya Ancol tentang pengangkatan dan pergantian anggota Dewan Komisaris itu, juga memutuskan mengangkat mantan Direktur PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebagai Komisaris Utama.

"RUPS menyetujui pergantian anggota Dewan Komisaris untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis ke depan," kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Daniel Windriatmoko dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/4).

Lantas, siapa sebenarnya sosok Cak Lontong hingga PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menjadikannya salah satu komisaris?

Cak Lontong lahir dengan nama asli Lies Hartono, di Magetan, 7 Oktober 1970.

Cak Lontong adalah pelawak tunggal, presenter, dan aktor berkebangsaan Indonesia.

Ia terkenal dengan lawakan yang lucu dan mengena tanpa menjelek-jelekkan dan merendahkan pihak lain.

Lawakannya sederhana dan disampaikan dengan bahasa baku terstruktur, namun mengandung logika absurd yang menantang pendengar untuk berpikir.

Cak Lontong juga dikenal sebagai ahli silogisme dan kadang suka menyelipkan peribahasa ciptaannya.

Lulus dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, ia memulai kariernya melalui grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya.

Cak mulai dikenal setelah menjadi bintang tamu di Republik BBM asuhan Effendi Ghazali, tampil reguler di Stand Up Comedy Show, dan menjadi panelis di Indonesia Lawak Klub.

Tahun 2017, Cak Lontong menerima penghargaan di bidang seni budaya dari almamaternya.

Nama Cak Lontong sebagai pelawak sudah punya karakter tersendiri.

Kekhasan itulah yang membuat ia berbeda dengan pelawak lainnya, seperti mengucapkan salam lemper sebagai kata pembuka sebelum melawak.

Selama ini Cak Lontong dikenal sebagai pelawak yang jago plesetan dan anekdot.

Ia dituntut untuk cerdas, rada nyinyir, bisa menganalisis, dan mampu menawarkan solusi dari setiap topik yang diangkat.

Ia pun juga menjelaskan jika seorang komika menyalahkan penonton, itu bukan komika sejati, tetapi komika yang manja.

Padahal tugas komika adalah menghibur penonton. Jika komika tidak bisa menghibur penonton, maka tugas komika gagal.

Bukan penonton yang disalahkan, karena kegagalan si komika. Justru si komika yang tidak mampu memahami suasana.

Diakui Cak Lontong, saat ini banyak komika yang tampil dengan materi bersingungan dengan kritik sosial dan SARA.

Padahal banyak materi yang tidak harus membuat sakit hati orang karena menurutnya, tugas komika itu menghibur orang banyak.

Ini adalah film pertama yang ia bintangi, menurut Cak Lontong, sebelumnya ia sempat mendapatkan tawaran main film, tetapi dinilai kurang cocok.

Ia berpendapat bahwa ia ikut akting untuk meramaikan film komedi dan menikmati perannya sebagai komedian, apalagi filmnya termasuk sukses dengan banyaknya penonton dan diapresiasi.

Ia juga menyatakan bahwa, "Dengan komedi yang lahir dan berkembang dari lawakan tunggal, masyarakat kini punya pilihan film komedi lebih banyak lagi." (opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pelawak #its surabaya #magetan #komisaris #lies hartono #pt pembangunan jaya ancol tbk #cak lontong #presenter #profil #komika