Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Surabaya Barat Dominasi Penjualan Apartemen

Mus Purmadani • Selasa, 16 Juli 2024 | 19:44 WIB
JADI PENDORONG: Peningkatan jumlah ekspatriat di daerah Surabaya Barat mendorong penjualan apartemen di daerah tersebut.
JADI PENDORONG: Peningkatan jumlah ekspatriat di daerah Surabaya Barat mendorong penjualan apartemen di daerah tersebut.

SURABAYA (Radar Surabaya Barat) - Pada semester I tahun ini tidak ada apartemen baru yang rampung di Surabaya karena berbagai penundaan.

"Diperkirakan 5.009 unit apartemen akan rampung sampai akhir 2025. 42 persen unit berlokasi di Surabaya Selatan," ujar Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, dikutip Selasa (16/7).

Ferry menuturkan, tidak ada proyek apartemen yang di-launching pada semester I tahun ini.

Menurutnya, developer menilai semester pertama ini kurang ideal.

"Pertama karena adanya pemilu dan libur lebaran dan lainnya," katanya

Menurutnya, pemilu, suku bunga yang tinggi, dan holiday season memperlambat pertumbuhan penjualan apartemen.

Ferry menambahkan, reputasi developer dan konsep one-stop living masih menjadi faktor penentu terbesar bagi orang Surabaya.

"Beberapa proyek yang dijadwalkan akan beroperasi tahun 2024 kami perkirakan akan delay 1-2 tahun. Total pasok mengalami pengurangan menjadi 683 unit karena adanya apartemen yang berhenti beroperasi," katanya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, kenaikan tingkat hunian sebesar 1,5 persen menjadi 58,1 persen karena peningkatan jumlah ekspatriat atau tenaga kerja asing (TKA) di daerah Surabaya Barat.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, developer tidak terlalu fokus untuk menaikkan harga apartemen mengacu pada kenaikan permintaan yang tidak signifikan.

Harga apartemen stabil di angka 22,3 juta per meter persegi.

"Mayoritas apartemen yang menaikkan harga berada di dekat pusat kota terutama proyek yang akan segera rampung," katanya.

Harga sewa mengalami kenaikan 4,9 persen menjadi Rp 353.737 per meter persegi didorong oleh kinerja apartemen yang baik.

Menurutnya, ini juga disebabkan preferensi ekspatriat atau TKA beralih dari lingkungan yang sepi ke lingkungan dekat entertainment centre seperti mal dan golf course. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya barat #properti #apartemen #Colliers International #surabaya selatan