Senator Lia Istifhama di Surabaya Dorong Santri Jadi Pendobrak Peradaban

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:55 WIB
SANTRI PERADABAN: Senator asal Jatim Lia Istifhama saat menghadiri Rakornas FKMSB di Surabaya (8/8/2026).
SANTRI PERADABAN: Senator asal Jatim Lia Istifhama saat menghadiri Rakornas FKMSB di Surabaya (8/8/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama mendorong para santri untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa dan menjadi pendobrak peradaban yang mampu menjawab tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Lia saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), silaturahmi, dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Rakornas tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, pengurus dan alumni FKMSB, mahasiswa santri dari berbagai daerah, para santri dan pengurus pesantren, serta pemangku kepentingan bidang pendidikan dan keagamaan.

Baca Juga: Harga Global Naik, Ekspor Sawit Indonesia Melonjak 7,32 Persen di Semester I 2026

Lia Istifhama: Santri Harus Adaptif

Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia mengatakan, santri memiliki modal penting untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Pendidikan pesantren, menurutnya, tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan kepemimpinan.

Karena itu, ia mendorong santri untuk tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir progresif dan inovatif.

“Santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga harus mampu berpikir progresif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri harus menjadi pendobrak peradaban,” ujar Lia.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh dari pesantren harus menjadi fondasi bagi santri untuk menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Santri juga dinilai perlu memiliki wawasan kebangsaan dan kemampuan membaca perubahan sosial agar dapat mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan.

Baca Juga: OJK Rilis LPKSI 2025, Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun

 

Dorong Kemandirian Ekonomi Santri

Selain kepemimpinan dan inovasi, Lia memberikan perhatian terhadap kemandirian ekonomi santri.

Ia mendorong santri memiliki pengetahuan ekonomi, literasi keuangan, dan keterampilan kewirausahaan sebagai bekal membangun masa depan secara mandiri.

Menurut Lia, kemandirian finansial penting, tetapi harus tetap berjalan beriringan dengan nilai moral dan agama.

“Financial freedom itu penting, tetapi jangan sampai terjebak pada praktik-praktik yang tidak sesuai dengan nilai dan etika. Kemandirian ekonomi harus dibangun di atas fondasi moral yang kuat,” tegasnya.

Lia berharap pengembangan kewirausahaan santri dapat dilakukan melalui pelatihan, akses permodalan, pendampingan usaha, serta pengembangan unit-unit usaha pesantren.

Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi santri.

Baca Juga: Sidoarjo Siapkan Aturan Baru Sound Horeg, Miras dan Narkoba Langsung Disikat

Perkuat Jaringan Alumni FKMSB

Dalam Rakornas FKMSB, Lia juga mengapresiasi kolaborasi antara pengurus, mahasiswa santri, dan alumni.

Menurutnya, jaringan alumni merupakan modal sosial yang dapat memberikan manfaat besar bagi generasi santri berikutnya.

“Sinergi antara alumni dan FKMSB merupakan contoh nyata bagaimana sebuah jaringan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya,” katanya.

Lia mendorong agar jaringan tersebut diperkuat melalui program mentoring dan pendampingan. Alumni dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, serta jejaring kepada santri dan mahasiswa santri.

Kolaborasi tersebut juga dapat dikembangkan dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pengembangan kapasitas kepemimpinan.

Baca Juga: Harga Batubara Acuan Agustus 2026 Turun Jadi USD 124,44 per Ton, Ini Pemicunya

Pesan Lia untuk Santri Pemula

Lia juga menyampaikan pesan khusus kepada santri yang baru memulai pendidikan di pesantren.

Ia meminta para santri bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu dan memanfaatkan masa pendidikan di pesantren untuk membangun karakter serta kepemimpinan.

Menurutnya, kehidupan pesantren memberikan pengalaman penting dalam membentuk pribadi yang mandiri dan tangguh.

“Bersungguh-sungguhlah dalam menimba ilmu dan manfaatkan kesempatan di pesantren untuk membentuk karakter serta kepemimpinan,” pesan Lia.

Ia berharap para santri mampu menjadikan pendidikan pesantren sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Perbanyak Kuota BSPS Surabaya Jadi 2.000 Unit, Fokus Prioritas Warga MBR

 

Emil Dardak Beri Motivasi Santri

Rakornas FKMSB di Asrama Haji Sukolilo juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Lia mengapresiasi kehadiran Emil dan motivasi yang diberikan kepada peserta Rakornas. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia santri menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda Jawa Timur.

Lia menilai sinergi antara pemerintah, pesantren, organisasi mahasiswa santri, dan alumni perlu terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan pendidikan, kepemimpinan, inovasi, dan pemberdayaan santri.

Baca Juga: Tiongkok Pilih Madura Jadi Kawasan Industri Baru, Bangkalan Disiapkan sebagai Pusat Manufaktur

Aspirasi Santri Akan Dikawal DPD RI

Melalui kegiatan Kundapil tersebut, Lia juga menyerap berbagai aspirasi dari santri, mahasiswa santri, dan alumni FKMSB.

Aspirasi yang dihimpun antara lain penguatan pendidikan pesantren, pengembangan kepemimpinan dan inovasi santri, kemandirian ekonomi, literasi keuangan, akses permodalan, pendampingan usaha, serta penguatan jaringan alumni.

Lia memastikan aspirasi tersebut akan menjadi bahan dalam menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan pertimbangan kebijakan DPD RI.

Baca Juga: Telkom Rombak Besar-Besaran, 34 Anak Usaha Dipangkas

Ia juga mendorong penguatan sinergi antara FKMSB, alumni, pemerintah, dan pesantren dalam mengembangkan program pemberdayaan santri.

Menurut Lia, santri harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Santri harus mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Padi dan Kakao Naik, Nilai Tukar Petani Juli 2026 Pecah Rekor

Kegiatan di Surabaya tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara DPD RI, pemerintah daerah, FKMSB, alumni, mahasiswa santri, dan pesantren.

Lia berharap penguatan pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kepemimpinan, inovasi, dan kemandirian ekonomi sehingga lahir generasi santri yang berkarakter, adaptif, mandiri, dan berdaya saing.

Dengan bekal nilai keagamaan dan kemampuan menghadapi perubahan zaman, santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga tampil sebagai pendobrak peradaban dan agen perubahan bagi kemajuan Indonesia.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
lia istfihama FKMSB jawa timur anggota dpd ri surabaya