Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Perkuat Kepemimpinan dan Literasi Demokrasi

Hany Akasah • Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB
Anggota DPD RI Lia Istifhama berfoto bersama kader PMII setelah diskusi penguatan kepemimpinan pemuda di UINSA Surabaya, Minggu (17/5).
Anggota DPD RI Lia Istifhama berfoto bersama kader PMII setelah diskusi penguatan kepemimpinan pemuda di UINSA Surabaya, Minggu (17/5).

RADAR SURABAYA BISNIS – Penguatan kaderisasi dan kepemimpinan generasi muda menjadi perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama saat menghadiri audiensi dan dialog bersama kader PMII serta organisasi kepemudaan di Hall Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Minggu (17/5).

Dalam forum yang dihadiri mahasiswa, aktivis organisasi kemahasiswaan, hingga tokoh kepemudaan tersebut, Lia menekankan pentingnya penguatan budaya literasi, diskusi intelektual, dan pendidikan politik di kalangan generasi muda.

Menurut Lia, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial dan penjaga nilai demokrasi. Karena itu, proses kaderisasi organisasi harus mampu membentuk generasi muda yang kritis, adaptif, dan memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.

Baca Juga: Update iOS 26.5 Resmi Hadir di Indonesia, Simak Fitur Baru yang Bikin Pengguna Android Iri

“Generasi muda harus dibangun menjadi pribadi yang berani berpikir, berani menyampaikan gagasan, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat,” ujar Lia.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai pendidikan politik bagi anak muda perlu dilakukan secara sehat dan edukatif agar partisipasi generasi muda dalam demokrasi tidak hanya bersifat simbolis.

Dia mengatakan penguatan literasi politik dan demokrasi penting untuk membangun pemahaman generasi muda terhadap proses demokrasi, etika publik, dan nilai kebangsaan di tengah perkembangan media digital yang sangat cepat.

Baca Juga: Menlu Sugiono Promosikan QRIS Jadi Solusi Transaksi Perdagangan Negara-Negara BRICS

Selain penguatan kaderisasi, Lia juga menyoroti pentingnya memperluas ruang partisipasi perempuan dalam organisasi dan kepemimpinan sosial. Menurut dia, perempuan muda harus diberikan kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kapasitas intelektual dan keberanian menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Perempuan harus hadir dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan sosial. Ruang kepemimpinan perempuan perlu terus diperkuat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Lia juga menegaskan pentingnya penguatan nilai keislaman moderat, toleransi, dan kebangsaan di lingkungan generasi muda. Dia menilai budaya dialog yang inklusif perlu terus dikembangkan agar mahasiswa mampu menghadapi perbedaan pandangan secara dewasa dan terbuka.

Baca Juga: Swasembada Pangan Terjaga, Indonesia Kebanjiran Permintaan Ekspor Pupuk

Menurut Lia, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, literasi digital, dan perubahan sosial yang cepat.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan dalam membuka ruang kreativitas dan inovasi anak muda, termasuk dalam bidang sosial dan kewirausahaan.

“Anak muda harus diberi ruang untuk berkembang dan berkontribusi. Mereka adalah kekuatan penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan demokrasi di daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Minggu 17 Mei 2026, Daging dan Telur Turun

Kegiatan tersebut dihadiri kader dan alumni PMII, pengurus KOPRI PMII, tokoh kepemudaan dan akademisi, serta mahasiswa dan aktivis organisasi kemahasiswaan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Editor : Hany Akasah
#pmii #kaderisasi #surabaya #Lia Istifhama #uinsa