"TANGAN dingin" Dwi Satriyo Annurogo dalam menahkodai Petrokimia Gresik tidak hanya mampu membawa perusahaan pada kinerja terbaiknya sepanjang sejarah di tahun 2022.
Lebih dari itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik ini juga turut andil dalam menciptakan masa depan pertanian Indonesia lebih modern.
Dwi Satriyo menginisiasi program Smart Precision Farming. Budidaya pertanian yang mengoptimalkan teknologi ini nantinya dapat menjadi solusi untuk pertanian Indonesia lebih efektif, efisien dan presisi.
Hasilnya pun diproyeksikan akan lebih maksimal untuk mendongkrak pendapatan petani.
Tentu budidaya yang lebih mudah dan hasil yang optimal ini akan menarik minat generasi muda Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian.
Smart Precision Farming telah banyak menarik perhatian stakeholder. Beberapa pejabat kementerian telah melihat langsung dari progress persiapannya, mulai dari Menteri Pertanian RI saat dijabat oleh Syahrul Yasin Limpo hingga Wakil Menteri BUMN RI, Kartika Wirjoatmodjo.
Atas performanya di ajang Innolympia Festival Chief Business Development Officer (CBDO) Innovation School 2023, Dwi Satriyo menjadi yang terbaik dan dipilih sebagai "Best Performance Group" saat mempresentasikan Smart Precision Farming.
Apresiasi ini merupakan salah bukti bahwa program ini mempunyai impact yang besar, serta menjadi potret untuk pertanian ke depan.
Dwi Satriyo menjelaskan bahwa program Smart Precision Farming ini dilatarbelakangi besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Indonesia.
Terbukti dari peningkatan selama pandemi dan berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, masih ada hal yang perlu ditingkatkan, yaitu produktivitas pertanian Indonesia yang masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Ia mencontohkan, produktivitas padi di Indonesia masih lebih rendah dari negara Vietnam.
Kondisi yang sama juga terjadi pada tanaman jagung nasional yang produktivitasnya kalah dengan Amerika dan produktivitas kedelai masih di bawah negara Brazil.
Tantangan pertanian Indonesia berikutnya, tambahnya, adalah rendahnya regenerasi petani muda di Indonesia.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik menyebut, bahwa petani yang berumur di bawah 35 tahun hanya sekitar 13,44 persen dari seluruh petani di Indonesia.
Sedangkan petani yang berusia di atas 65 tahun mencapai 18,92 persen.
Hal ini tidak berbanding lurus dengan kondisi Indonesia yang saat ini mendapatkan bonus demografi dengan penduduk usia produktif yang tinggi.
"Smart Precision Farming dapat menjadi jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh pertanian Indonesia tersebut," ujar Dwi Satriyo.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam program Smart Precision Farming, Petrokimia Gresik akan menggunakan pupuk berteknologi nano.
Pupuk berteknologi nano ini merupakan produk baru dan pertama kali dikembangkan di Indonesia.
Ia memproyeksikan produk ini akan mengubah landscape penggunaan pupuk konvensional.
Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik juga memanfaatkan teknologi drone yang dilengkapi dengan IoT untuk mengaplikasikan pupuk nano dan mengambil data geo-spasial, soil test kit untuk mengukur unsur hara tanah.
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Kembali Turun, Ini Rinciannya
Drone dengan teknologi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dapat merekam indeks vegetasi tanaman melalui citra satelit kanal infra merah dan kanal merah. Data yang terekam menunjukkan tingkat konsentrasi klorofil daun.
"Teknologi ini diproyeksikan dapat membantu petani mendapatkan rekomendasi dosis pemupukan yang tepat sehingga pemupukan dapat dilakukan dengan presisi. Selain itu, petani juga mendapatkan informasi terkait luas lahan dan bagaimana database tanah di lahannya," tandas Dwi Satriyo.
Program ini telah dilakukan piloting di beberapa daerah dan masih terus dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan hingga nanti dapat diterapkan untuk pertanian Indonesia.
Selain dapat meningkatkan efektivitas pertanian, dengan teknologi ini juga diproyeksikan dapat mengumpulkan big data pertanian sehingga nantinya dapat menjadi salah satu data pendukung dalam merumuskan kebijakan pertanian di Indonesia.
"Kami akan terus berupaya mengoptimalkan kontribusi Petrokimia Gresik melalui berbagai solusi untuk kemajuan pertanian Indonesia, salah satunya melalui teknologi Smart Precision Farming ini. Kami mohon doa dan dukungan dari Masyarakat agar program ini dapat dilancarkan sehingga pertanian Indonesia dapat semakin maju,” tutup Dwi Satriyo. (han)
Editor : Nurista Purnamasari