Tekanan terhadap mata uang Garuda terus berlanjut hingga akhir pekan. Pada perdagangan terbaru pad hari Jum'at (25/09), nilai tukar rupiah terpantau berada di level Rp17.905,30 per dolar AS berdasarkan data pasar terkini.
Angka ini melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya, yakni tanggal 24 September 2026, di mana kurs referensi JISDOR tercatat berada di level Rp17.898,00 per dolar AS, naik dari posisi tanggal 23 September 2026 yang berada di level Rp17.803,00 per dolar AS.
Baca Juga: Bank Indonesia Pastikan Inflasi Agustus 2026 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5 Persen
Jika ditarik lebih ke belakang dalam pekan yang sama, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau fluktuatif namun konsisten berada di kisaran level tinggi.
Pada tanggal 21 September 2026, kurs JISDOR berada di posisi Rp17.813,00 per dolar AS, yang kemudian sempat mengalami penguatan tipis menyentuh angka Rp17.883,00 per dolar AS pada keesokan harinya, yaitu tanggal 22 September 2026, sebelum kembali melanjutkan tren pelemahannya.
Menengok catatan transaksi pada pekan sebelumnya, tren pelemahan rupiah sudah mulai terlihat secara bertahap.
Pada tanggal 11 September 2026, kurs JISDOR tercatat berada di posisi paling rendah dalam rentang data tersebut, yakni Rp17.611,00 per dolar AS.
Memasuki pertengahan bulan, nilai tukar secara konsisten merangkak naik melewati kisaran Rp17.635,00 pada tanggal 14 September, hingga stabil di atas level Rp17.700,00 menjelang akhir pekan ketiga September 2026.
Secara keseluruhan, rangkaian data nilai tukar rupiah selama periode 11 hingga 25 September 2026 ini memberikan gambaran jelas mengenai volatilitas pasar valuta asing saat ini yang mendekati kisaran level psikologis baru.
Pelaku pasar dan otoritas moneter tentu terus memantau perkembangan indikator ekonomi makro guna mengantisipasi risiko lanjutan yang mungkin memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah di masa mendatang. (nov/han)