RADAR SURABAYA BISNIS - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 kembali mencatatkan tren positif. Bank Indonesia (BI) melaporkan, cadangan devisa pada periode tersebut mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2026 yang berada di angka 145,3 miliar dolar AS.
Peningkatan ini dinilai mempertebal bantalan ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional di tengah dinamika global.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan cadangan devisa ini didorong oleh beberapa faktor utama dari sisi penerimaan negara maupun langkah strategis bank sentral.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi, KAI Tambah Kereta ke Jakarta, Tiket Langsung Diburu Penumpang
"Perkembangan posisi cadangan devisa Agustus 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah," ungkap Ramdan dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan ini diraih di tengah kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah yang dilakukan oleh BI.
Langkah stabilisasi tersebut merupakan respons terukur terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini masih tergolong tinggi.
Baca Juga: Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino, Tambah 1 Juta Ton SPHP
Dari sisi kecukupan, posisi cadangan devisa pada Agustus 2026 ini setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut jauh berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya direkomendasikan pada kisaran 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tegasnya.
Baca Juga: Segera Digelar, Kemenag Kebut Persiapan PPG Daljab 2026
Melihat fundamental yang ada, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia ke depan akan tetap kuat. Proyeksi positif ini didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta ekspektasi berlanjutnya aliran masuk modal asing (capital inflow).
Hal tersebut sejalan dengan persepsi positif para investor terhadap prospek perekonomian nasional serta imbal hasil investasi di Indonesia yang tetap menarik.
Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi bersama Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal. Langkah ini ditujukan guna menjaga stabilitas perekonomian demi mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: OJK dan Kemenkes Jalin Sinergi untuk Pembiayaan Kesehatan yang Lebih Murah di Indonesia
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis