Bank Indonesia Pastikan Inflasi Agustus 2026 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5 Persen

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:20 WIB
IHK AGUSTUS: Rilis data inflasi Agustus 2026 yang tetap terjaga oleh BI.
IHK AGUSTUS: Rilis data inflasi Agustus 2026 yang tetap terjaga oleh BI.

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Agustus 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1%. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), IHK pada Agustus 2026 mencatatkan inflasi sebesar 0,21% secara bulanan (mtm) atau 3,19% secara tahunan (yoy).

Terkendalinya inflasi ini merupakan hasil nyata dari konsistensi kebijakan moneter serta sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah. 

Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik September, Ini Dampaknya pada Kelas Menengah

Upaya ini dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Berdasarkan rilis resmi BI, inflasi inti pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21% (mtm) dan 2,92% (yoy). Kenaikan ini utamanya didorong oleh komoditas emas perhiasan yang sejalan dengan peningkatan harga komoditas emas global di tengah ekspektasi inflasi yang terjaga.

Sementara itu, kelompok volatile food (pangan bergejolak) mengalami inflasi sebesar 0,88% (mtm) dan 4,06% (yoy). Angka ini disumbang oleh kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, dan beras.

Baca Juga: Sempat Tertipu Travel. Nasib 196 Jemaah Umrah Jombang Akhirnya Dapat Kepastian

Kabar baik datang dari kelompok administered prices (harga diatur pemerintah) yang justru mencatat deflasi sebesar 0,33% (mtm). Deflasi ini utamanya didorong oleh penurunan tarif angkutan udara serta harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo, sejalan dengan turunnya harga avtur.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini tingkat inflasi nasional akan tetap terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027.

Baca Juga: KAI Tertibkan Ruko Bernilai Miliaran di Jalan Semarang Surabaya, Ini Alasan dan Nilai Asetnya

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
agustus ekonomi moneter inflasi bank indonesia