radarsurabayabisnis.id - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. Sebanyak 67 UMKM binaan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar dan akses pembiayaan, serta mempercepat digitalisasi.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen BI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Bank Jatim Gandeng Dinas Pendidikan se-Jatim, Perkuat Digitalisasi Gaji hingga Tunjangan Guru
“Kami secara konsisten membina 67 UMKM dari berbagai sektor di Jawa Timur,” ujarnya di Surabaya, Jumat (28/8).
2,57 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jatim
Ibrahim menyebut UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Jawa Timur. Jumlahnya mencapai 2,57 juta unit usaha dan mampu menyerap 96,3 persen tenaga kerja.
Sektor UMKM juga memberikan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur.
“Karena itu, UMKM terus didorong menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
UMKM binaan BI berasal dari berbagai sektor unggulan, seperti wastra, kriya, fesyen, kopi, hingga makanan dan minuman olahan.
Baca Juga: Danantara Bidik Tambahan Rp88 Triliun dari Ekspor SDA, Ini Strateginya
17 UMKM Jatim Tembus KKI 2026
Upaya mendorong UMKM naik kelas dilakukan melalui perluasan akses pasar. Sebanyak 17 UMKM binaan BI Jatim ikut secara langsung dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Sementara itu, 55 UMKM lainnya mengikuti kegiatan tersebut secara daring.
Menurut Ibrahim, keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Timur untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
BI Dorong UMKM Jatim Naik Kelas
BI akan terus memperluas pembinaan UMKM di Jawa Timur, termasuk melalui pendampingan dan fasilitasi akses permodalan.
Masyarakat juga diajak untuk mendukung produk lokal dengan membeli dan menggunakan produk UMKM Jawa Timur.
Dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai jutaan unit dan kontribusi ekonomi yang besar, penguatan UMKM dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap inklusif dan berkelanjutan.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya