radarsurabayabisnis.id - Realisasi investasi di Jawa Timur menunjukkan penguatan pada Triwulan II 2026. Sepanjang April hingga Juni 2026, total investasi yang masuk ke Jawa Timur mencapai Rp40,09 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp13,30 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp26,80 triliun.
Berdasarkan data DPMPTSP Jatim, realisasi investasi tersebut berasal dari 47.963 proyek. Rinciannya, PMA mencapai 5.631 proyek dengan nilai investasi Rp13,30 triliun dan menyerap 15.831 tenaga kerja Indonesia (TKI).
Baca Juga: PGRI Jatim Minta Kuota Guru PPPK Jadi ASN Diperbesar, Guru Lama Diprioritaskan
Sementara itu, PMDN mencapai 42.332 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp26,80 triliun. Investasi domestik tersebut menyerap 58.471 tenaga kerja.
Dengan demikian, total investasi Jawa Timur pada Triwulan II 2026 mencapai Rp40,09 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 74.302 orang.
“Struktur investasi masih didominasi PMDN. Ini menunjukkan aktivitas investasi domestik tetap menjadi salah satu penggerak penting perekonomian Jawa Timur. Sementara investasi asing juga terus memberikan kontribusi terhadap sektor-sektor strategis,” ujar Erma, Senin (25/8).
Jatim Masuk Empat Besar Investasi Nasional
Capaian investasi sebesar Rp40,09 triliun menempatkan Jawa Timur di peringkat keempat secara nasional. Kontribusi Jawa Timur mencapai sekitar 7,8 persen terhadap realisasi investasi nasional.
Posisi teratas ditempati DKI Jakarta, disusul Jawa Barat dan Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Potensi Besar Wastra hingga Kopi Jatim Curi Perhatian Pengunjung di KKI 2026
Capaian tersebut menunjukkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia. Besarnya kontribusi PMDN juga menjadi indikator bahwa aktivitas dunia usaha domestik masih cukup kuat.
Menurut Erma, pemerintah daerah akan terus mendorong kemudahan investasi sekaligus memperkuat iklim usaha di Jawa Timur.
Surabaya Masih Jadi Daerah dengan Investasi Terbesar
Dari sisi persebaran wilayah, Surabaya masih menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Timur.
Meski demikian, aktivitas investasi tidak hanya terkonsentrasi di Kota Pahlawan. Sejumlah daerah lain seperti Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, dan Malang juga memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi Jawa Timur.
“Surabaya masih menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar. Namun, kontribusi dari Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, Malang, dan daerah lainnya juga menunjukkan bahwa aktivitas investasi terus tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur,” jelas Erma.
Baca Juga: Pemprov Jatim Kirim 64,4 Ton Bantuan Gelombang Kedua untuk Korban Gempa NTT
Penyebaran investasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas usaha di berbagai kabupaten dan kota.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya