radarsurabayabisnis.id - Kekhawatiran dikenai pajak hingga dugaan kenaikan pajak masih menjadi salah satu hambatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo dalam menuntaskan Sensus Ekonomi 2026.
Sejumlah warga bahkan memilih tidak membuka pintu atau enggan memberikan keterangan ketika petugas datang melakukan pendataan. Padahal, waktu pelaksanaan sensus tinggal 15 hari sebelum ditutup pada 31 Agustus 2026.
Takut Pajak Jadi Kendala di Lapangan
Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo Bagyo Trilaksono mengatakan, petugas masih menemukan berbagai kendala ketika melakukan pendataan kegiatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Takut Data Usaha Berujung Pajak, UMKM Mulai Hindari Sensus Ekonomi
Selain kekhawatiran mengenai pajak, terdapat warga yang memang enggan didata dengan berbagai alasan.
“Tidak sedikit warga yang enggan memberikan keterangan ketika petugas datang ke lokasi. Alasannya cukup beragam. Ada yang takut kena pajak, takut pajaknya naik, ada yang tidak mau buka pintu, enggan didata dan lain-lain,” ujar Bagyo, Senin (17/8).
Menurutnya, petugas terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar bersedia memberikan data yang dibutuhkan. Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung di Kabupaten Sidoarjo.
Perusahaan Juga Masih Terkendala Izin
Kendala serupa juga ditemukan ketika petugas mendata perusahaan. Sejumlah perusahaan meminta petugas menunggu persetujuan dari pimpinan maupun kantor pusat sebelum memberikan data.
Baca Juga: Mengapa Sensus Ekonomi 2026 Penting dan Hanya Dilakukan Setiap 10 Tahun?
“Kami diminta izin dulu ke kantor pusatnya, baru diberi datanya,” jelas Bagyo.
Selain itu, terdapat perusahaan yang memilih mengisi data secara mandiri setelah didatangi petugas. Namun, sebagian data tersebut hingga kini belum diselesaikan atau dikembalikan kepada petugas.
“Kami terus mendorong. Petugas kami melakukan penelusuran untuk melengkapi data yang belum masuk,” tegasnya.
Sensus Ekonomi Sidoarjo Baru 80 Persen
Meski menghadapi berbagai kendala, progres pendataan kegiatan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
BPS mencatat terdapat kurang lebih 120 ribu kegiatan ekonomi yang menjadi sasaran pendataan. Sektor perdagangan, restoran dan warung makan, serta industri menjadi kegiatan ekonomi yang paling dominan.
Ketiga sektor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dari keseluruhan kegiatan ekonomi yang telah terdata.
BPS Sidoarjo masih mengejar data yang belum masuk, baik dari masyarakat maupun perusahaan. Petugas akan terus melakukan penelusuran dan pendekatan hingga seluruh kegiatan ekonomi yang menjadi sasaran Sensus Ekonomi 2026 dapat tercatat.
Pendataan ditargetkan rampung sebelum batas akhir pelaksanaan pada 31 Agustus 2026.
Editor : Hany AkasahSumber : radar sidoarjo