Naik Tajam, Target Investasi 2027 Tembus Rp2.322 Triliun, Ini Strateginya

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Hilirisasi menjadi salah satu mesin utama investasi nasional. Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional.
Hilirisasi menjadi salah satu mesin utama investasi nasional. Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional.

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah memasang target investasi yang cukup agresif pada 2027. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan realisasi investasi mencapai Rp2.322 triliun, naik dari target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Target tersebut menjadi bagian dari ambisi pemerintah mengejar kebutuhan investasi nasional hingga 2029 yang diperkirakan mencapai Rp13.032 triliun.

Target Investasi 2027 Naik Tajam

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan target investasi 2027 disusun sejalan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8–6,5 persen.

“Sejalan dengan sasaran tersebut, realisasi investasi pada 2027 ditargetkan mencapai Rp2.322,0 triliun, meningkat dari target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun,” kata Rosan, dikutip Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Ketua MPR: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Jangka Panjang Indonesia Emas 2045

Target tersebut berarti pemerintah mengharapkan tambahan investasi sekitar Rp280,7 triliun dibandingkan target tahun ini.

Rosan menegaskan, angka tersebut bukan merupakan belanja pemerintah. Investasi berasal dari penanaman modal badan usaha, baik investor dalam negeri maupun asing, untuk meningkatkan kapasitas perekonomian nasional.

Investasi Hilirisasi Sudah Tembus Rp300 Triliun

Hilirisasi menjadi salah satu mesin utama investasi nasional. Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional.

Nilai tersebut tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Kalbar Cetak Transaksi Rp2,5 Triliun, Investasi Tembus Rp885 Miliar

Sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar dengan investasi mencapai Rp206,5 triliun. Investasi tersebut terdiri atas nikel Rp71 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, serta pasir silika Rp5,9 triliun.

Sementara itu, investasi hilirisasi sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun.

75 Persen Investasi Hilirisasi Mengalir ke Luar Jawa

Menariknya, sebagian besar investasi hilirisasi justru mengalir ke luar Pulau Jawa. Sekitar 75,7 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Kondisi tersebut menunjukkan strategi pemerintah mulai mengarahkan investasi industri pengolahan ke daerah yang memiliki sumber daya alam besar.

Ke depan, pemerintah juga akan memperluas hilirisasi ke sektor dengan nilai tambah lebih tinggi. Beberapa komoditas yang menjadi sasaran antara lain semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, hingga rumput laut.

Rosan menilai perluasan hilirisasi penting karena sektor-sektor tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja lebih besar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
investasi 2027 Rp2.322 triliun rosan roeslani bkpm target investasi