RADAR SURABAYA BISNIS – Adopsi pembayaran digital di Indonesia semakin masif. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi menggunakan Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) melonjak lebih dari 100 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y) pada semester I tahun 2026.
Berdasarkan data BI per Agustus 2026, volume transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar transaksi atau melesat 107 persen dibandingkan semester I tahun 2025 yang berada di angka 6,05 miliar. Secara nominal, nilai transaksi sukses menembus Rp600,69 triliun, naik dari capaian sebelumnya yakni Rp579 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyoroti pencapaian positif tersebut. "Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS memang mempermudah transaksi pembayaran," ungkapnya.
Baca Juga: Bansos Triwulan III 2026 Cair ke 18 Juta Warga, 1,4 Juta KPM Dievaluasi
Peningkatan volume ini berjalan selaras dengan lonjakan jumlah pengguna dan merchant (gerai). Hingga pertengahan 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 66 juta, naik dari 57 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, jumlah gerai yang melayani pembayaran QRIS bertambah menjadi 44,86 juta. Dari total gerai tersebut, lebih dari 90 persen merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pertumbuhan pesat ini tidak lepas dari beragam manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha, mulai dari mengurangi ketergantungan pada uang tunai, menekan peredaran uang palsu, hingga memudahkan pencatatan pembukuan harian bagi UMKM.
Baca Juga: OJK Larang Keras Pinjol Jual Beli Data Nasabah di Aturan Terbaru POJK 8/2026
Target dan Upaya BI ke Depan
Melihat tren positif ini, Bank Indonesia optimis mematok target ambisius hingga akhir 2026. BI menargetkan volume transaksi dapat menembus angka 17 miliar, jumlah pengguna menyentuh 70 juta, serta total gerai bertambah menjadi 47 juta.
Guna mencapai target tersebut, BI terus memperluas ekosistem QRIS. Langkah strategis yang dilakukan meliputi kolaborasi dengan instansi pemerintah untuk layanan transportasi, pembebasan biaya layanan (MDR 0%) khusus untuk usaha mikro, serta kerja sama luas dengan 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan 4 lembaga transaksi QRIS.
Selain di dalam negeri, perluasan layanan QRIS antarnegara juga terus didorong. Kini, fasilitas transaksi digital buatan Indonesia tersebut telah dapat digunakan secara luas di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga China, memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pelaku usaha lintas negara
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis