radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya meringankan beban masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.
Kepala Dinsos Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan penyaluran BLT dilakukan secara selektif agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, penentuan penerima dilakukan melalui pendataan serta penyesuaian desil berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Bansos Triwulan III 2026 Cair ke 18 Juta Warga, 1,4 Juta KPM Dievaluasi
Warga yang Tak Dapat Bansos Pusat Jadi Sasaran
Mekanisme tersebut juga digunakan untuk memastikan bantuan dari Pemkot Surabaya tidak tumpang tindih dengan program bantuan sosial pemerintah pusat.
“Bantuan ini secara khusus diberikan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat,” ujar Antiek, Kamis (21/8).
Dengan skema tersebut, BLT daerah diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang belum tersentuh program bantuan pemerintah pusat.
Artinya, warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan tetapi tidak menerima bansos dari pemerintah pusat menjadi salah satu kelompok yang diperhatikan melalui program BLT Pemkot Surabaya.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Pencairan Lebih Mudah
BLT untuk Bantu Kebutuhan Dasar
Antiek mengatakan BLT memiliki arti penting bagi sebagian penerima manfaat, terutama masyarakat yang sudah tidak mampu bekerja atau berada dalam kondisi ekonomi yang rentan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga sekaligus membantu warga menghadapi tekanan ekonomi sehari-hari.
Pemkot Surabaya menegaskan program perlindungan sosial akan terus diarahkan agar tepat sasaran. Penyaluran bantuan dilakukan dengan mengacu pada data dan kondisi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.
Antiek juga berharap kepedulian terhadap warga yang membutuhkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial warga Kota Surabaya.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya