RADAR SURABAYA BISNIS – Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juli 2026 mencatatkan deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Kondisi ini membuat tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) melandai ke angka 2,88 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,34 persen.
Melansir laporan resmi Bank Indonesia (BI), realisasi ini memastikan tingkat inflasi masih terjaga di dalam rentang sasaran nasional, yakni 2,5±1 persen.
Baca Juga: Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Kelola Pembiayaan Negara Miskin hingga 2031
Terkendalinya inflasi merupakan hasil nyata dari konsistensi kebijakan moneter dan sinergi antara BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Penurunan harga pada kelompok pangan bergejolak (volatile food) menjadi faktor utama penyumbang deflasi pada Juli 2026. Kelompok ini mencatatkan deflasi yang cukup tajam hingga 1,68 persen (mtm).
Turunnya harga komoditas utama seperti bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah terjadi seiring dengan lancarnya peningkatan pasokan di berbagai daerah sentra produksi.
Baca Juga: BPS Naikkan Garis Kemiskinan Jadi Rp669 Ribu per Bulan, Jumlah Warga Miskin Malah Menurun
Di sisi lain, kelompok inflasi inti tercatat landai di angka 0,14 persen (mtm). Angka ini sedikit dipengaruhi oleh penyesuaian biaya di sektor pendidikan, seperti biaya sekolah dasar, taman kanak-kanak, dan bimbingan belajar, serta komoditas pelumas mesin dan kendaraan bermotor.
Sementara itu, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) masih mengalami inflasi sebesar 0,25 persen (mtm).
Kenaikan pada sektor ini utamanya disumbang oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya jenis Pertamax yang diberlakukan sejak 10 Juni 2026 lalu.
Baca Juga: Kinerja Positif, DJP Jatim II Catat Penerimaan Pajak Rp16,08 Triliun hingga Juli 2026
Ke depan, Bank Indonesia meyakini tingkat inflasi akan terus terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen pada tahun 2026 hingga 2027. Hal ini akan terus didukung oleh penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di berbagai wilayah.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis