radarsurabayabisnis.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp400 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai menunjukkan hasil positif. Indikasinya terlihat dari pulihnya penjualan mobil dan sepeda motor serta membaiknya Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat setelah sektor konsumsi mengalami perlambatan pada April hingga Mei 2026.
"Penjualan mobil terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya keyakinan masyarakat dan tetap terjaganya daya beli," ujar Purbaya saat membuka Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026 di Jakarta, Selasa (4/8).
Baca Juga: Pemerintah Kembalikan Rp281 Triliun ke Himbara, Dana Darurat Rp100 Triliun Disiapkan
Purbaya menjelaskan pemerintah secara rutin memantau sejumlah indikator ekonomi, termasuk penjualan mobil dan sepeda motor yang sempat mengalami penurunan pada April dan Mei. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun dari rekening pemerintah di Bank Indonesia ke perbankan Himbara pada awal tahun.
Menurutnya, kebijakan itu sempat diragukan efektivitasnya. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi.
"Banyak yang mengatakan kebijakan itu tidak ada gunanya. Padahal, setelah penempatan dana dilakukan, penjualan mobil mulai meningkat," katanya.
Pada pertengahan Juni 2026, perbankan kembali menyampaikan adanya tekanan likuiditas. Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah memutuskan mempertahankan penempatan dana Rp200 triliun hingga akhir tahun sekaligus menambah penempatan dana sebesar Rp200 triliun.
Dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara kini mencapai Rp400 triliun. Bahkan, Purbaya membuka peluang memperpanjang kebijakan itu hingga tahun depan.
Baca Juga: Tegaskan Himbara Penggerak Ekonomi Rakyat, Presiden Prabowo Minta Fokus Sokong UMKM
"Mungkin akan saya perpanjang sampai tahun depan. Kemudian saya tambah lagi Rp200 triliun dari dana pemerintah yang berada di Bank Indonesia. Tujuannya untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan sistem keuangan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," ujarnya.
Ia optimistis tambahan likuiditas tersebut mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor riil, terutama industri otomotif.
"Seharusnya sekarang penjualan mobil dan motor sudah mulai pulih," katanya.
Selain sektor otomotif, Purbaya juga menyoroti perkembangan industri manufaktur nasional. Menurutnya, PMI Manufaktur Indonesia sempat terus melemah sejak awal tahun hingga mencapai titik terendah pada Mei 2026. Namun, setelah kebijakan penempatan dana diperkuat, indikator tersebut kembali berbalik naik.
Berdasarkan data S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 50,3 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni 2026. Kenaikan itu mengakhiri kontraksi selama tiga bulan berturut-turut sekaligus menandai kembalinya sektor manufaktur ke zona ekspansi.
"Saat ini PMI sudah meningkat. Hal itu menunjukkan sektor manufaktur berpotensi kembali memasuki fase ekspansi. Kami akan memastikan tren peningkatan tersebut terus berlanjut," kata Purbaya.
Ia menegaskan penempatan dana pemerintah merupakan bagian dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga permintaan domestik serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Selama saya menjabat sebagai Menteri Keuangan, pemerintah akan terus menjaga kecukupan likuiditas agar perekonomian nasional mampu tumbuh lebih cepat," pungkasnya.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya