Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,72 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa

Mus Purmadani • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:30 WIB
BPS mencatat hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 4,89 persen.
BPS mencatat hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 4,89 persen.

radarsurabayabisnis.id - Perekonomian Jawa Timur kembali menunjukkan kinerja yang solid pada triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,72 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara secara kumulatif semester I 2026 menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Capaian tersebut mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional dengan kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa setelah DKI Jakarta.

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,72 Persen

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp930 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp538,59 triliun.

Baca Juga: Misi Dagang Jawa Timur di Hong Kong Pecahkan Rekor, Transaksi Tembus Rp12 Triliun

"Semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan ekonomi positif, kecuali lapangan usaha pertambangan dan penggalian," ujar Herum dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu.

BPS mencatat hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 4,89 persen. Sementara hampir seluruh sektor usaha lainnya mampu mencatatkan pertumbuhan positif.

Sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah pengadaan listrik dan gas yang melonjak 16,86 persen. Disusul sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,99 persen, konstruksi sebesar 8,41 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 7,44 persen.

Konsumsi Pemerintah Jadi Motor Pertumbuhan

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terutama ditopang oleh meningkatnya belanja pemerintah.

Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh paling tinggi sebesar 19,35 persen. Selain itu, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) meningkat 9,24 persen, sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 8,86 persen.

Baca Juga: Tak Lagi Hanya Jual Bahan Mentah, Kopi dan Kakao Jawa Timur Bidik Pasar Dunia

Adapun Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,59 persen. Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor barang dan jasa meningkat 5,37 persen, sementara impor barang dan jasa tumbuh 8,07 persen.

Jawa Timur Jadi Motor Ekonomi Pulau Jawa

Secara spasial, BPS mencatat DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa dengan kontribusi 28,89 persen.

Jawa Timur berada di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 25,40 persen, diikuti Jawa Barat 22,77 persen, Jawa Tengah 14,50 persen, Banten 6,91 persen, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 1,52 persen.

Herum menjelaskan, aktivitas ekonomi di Pulau Jawa secara umum masih berada dalam tren positif sepanjang triwulan II 2026.

Meski secara pertumbuhan tahunan DIY mencatatkan angka tertinggi sebesar 5,75 persen, disusul Jawa Barat 5,73 persen dan Jawa Timur 5,72 persen, secara kumulatif semester I 2026 Jawa Timur berhasil menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa sebesar 5,84 persen.

"Kalau secara semesteran (cumulative to cumulative/c-to-c), pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Provinsi Jawa Timur dengan pertumbuhan sebesar 5,84 persen," ujar Herum.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
ekonomi Jawa Timur PDRB Jawa Timur BPS Jawa Timur pertumbuhan ekonomi